Kamis, 20 September 2018

Danramil 0804/10 Kawedanan Hadiri Evaluasi Kampung KB Di Desa Balerejo


Magetan - Kecamatan Kawedanan melakukan evaluasi terbuka pelaksanaan program kampung KB yang telah di jalankan sejak bulan bulan lalu dan di adakan di Desa Balerejo Kecamatan Kawedanan , tepatnya di Balai Desa Balerejo. Kamis (20/9/3018).

Dalam evaluasi tersebut di hadiri oleh Danramil Kawedanan Kapten Caj Jemani , Kepala Desa Balerejo Teguh Sigit Triyono  juga dari dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Magetan  serta Kepala Puskesmas Kawedanan dan Ibu ibu Kader PKK Desa Balerejo

Kepala Desa Balerejo Teguh Sigit Triyono menjelaskan dalam perjalanan pelaksanaan Kampung KB yang telah berjalan selama lebih dari setahun kedudukan Kades adalah sebagai penasehat, rumah data kependudukan kampung KB yakni untuk kebutuhan organisasi, mulai 2018 harus ada rumah kampung KB sebagai pusat kegiatan data dan informasi."Pesannya”

Sementara Bu Sri Endang Ketua PKK Desa Balerejo dalam sambutannya menghimbau pada masyarakat di butuhkan kesadaran yang berkeluarga untuk berKB. Sampaikan sesuatu yang baik kepada pasangan untuk ber KB , apapun laksanakan dengan niat ibadah. “terangnya”

Danramil Kawedanan Kapten Caj Jemani sebagai nara sumber menjelaskan bahwa yang telah dicanangkan harus di lakukan pembinaan dan tindak lanjut termasuk kebutuhan, pengorganisasian, mekanisme operasional harus ada dukungan, inventarisasi 8 fungsi sektoral, pelaporan dan pencatatan, monitoring serta evaluasi.

Bagi para kader juga perlu perhatikan data kepesertaan KB, usahakan mempunyai peta keluarga, guna menjaring sasaran yang belum ber KB, Bagi yang belum menikah jangan segera ber KB sebelum mempunyai anak,B erKB bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan pembangunan. "Tambahnya” (R.10)

Minggu, 16 September 2018

Sertu Satriyono Bersama Dengan Korlap PSHT Dan Polsek Sukomoro Laksanakan Pengamanan Jalannya Pengesahan Calon Warga Baru PSHT Tingkat 1


Magetan -  Sertu Satriyono anggota Babinsa Koramil 0804/09 Sukomoro bersama Korlap PSHT dan anggota Polsek Sukomoro melaksanakan pengamanan jalannya  proses ritual pengesahan calon Warga baru PSHT dari sabuk putih ke warga tingkat 1. Minggu(16/9)

Sertu Satriyono Babinsa menyampaikan bahwa pengesyahan warga Baru dilaksanakan di Padepokan PSHT  Cabang Magetan Km 4 jalan raya Maospati, Magetan,  desa Bibis Kec Sukomoro yang merupakan desa binaan langsung  Sertu Satriyono.

Lebih lanjut Babinsa mengatakan  sekitar 485 orang calon warga  baru PSHT malam ini akan disyahkan menjadi warga tingkat satu PSHT. Dari jumlah calon warga 485 orang, bila setiap orang mengajak teman 2 orang berarti jumlah yang hadir di padepokan cabang Magetan  bisa ribuan orang.


Hal ini yang perlu mendapat perhatikan agar giat di dalam gedung bisa berjalan tertib, nyaman dan aman maka yang di luar gedung harus di tertibkan dan  amankan pula mengakiri obrolannya sertu Satriyono Babinsa Ramil 0804/09 Sukomoro mengharapkan pengesahan malam ini dan malam- malam berikutnya bisa sukses dan  berjalan lancar serta  aman tanpa ada keributan  baik yang timbul  dari masyarakat luar PSHT  maupun sesama warga PSHT sendiri. ( Bay R.09 )

Pertemuan Rutin Persit KCK Ranting 11 Koramil 0804/10 Kawedanan


Magetan - Ketua Persit KCK Ranting 11/Kawedanan Nyonya Jemani mengadakan pertemuan serta memperkenalkan diri dengan anggotanya  bertempat di Aula Koramil 10/Kawedanan, Minggu 16/9/2018 . Langkah itu dilakukan guna  mempererat silaturahmi serta menjalin komunikasi dengan anggotanya. Minggu(16/9)

Kegiatan pertemuan ini merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh anggota Persit Koramil 10/Kawedanan. Langkah ini juga sebagai sarana  penyampaian informasi atau kebijakan dari Ketua/pengurus Cabang Kodim 0804/Magetan. Harapannya, informasisampai ke anggota Persit KCK Koramil 10/Kawedanan sehingga satu visi dan misi dalam memajukan Organisasi Persit ini.

Danramil 10/Kawedanan Kapten Caj Jemani sebagai Pembina juga menyampaikan agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Persit juga harus senantiasa aktif dalam kegiatan keagamaan sebagai spirit dalam mendukung tugas pokok suami dalam menjalankan tugasnya,”


Ditambahkannya, kegiatan seperti ini sangat baik dan sebagai sarana komunikasi, koordinasi dan upaya membangun kebersamaan antara anggota Persit guna kelancaran tugas tugas organisasi ke depan.

“Komunikasi dapat menjadi sarana untuk saling mengenal lebih dekat satu sama lain, mempererat persatuan dan kesatuan serta memperkokoh ikatan bathin atas dasar senasib sepenanggungan sebagai Istri Prajurit, sehingga dengan hubungan yang akrab dan harmonis ini, kita akan dapat bertukar pikiran dan berbagi pengalaman serta saling memberikan solusi guna kepentingan dan kemajuan organisasi yang kita cintai,” terangnya. (R 10)

Babinsa Desa Jomblang Koramil 0804/11 Takeran Hadiri Baksos Lazismu Di desa Kerang Dan Tawangrejo


Magetan -  Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah kantor layanan Pondok Al Hikmah desa Jomblang Takeran mengelar Bakti sosial pebagian sembako kepada laksanakan kepada masyarakat yang tidak masuk daftar PKH (Program Keluarga Harapan) bertempat di Balai Desa Kerang dan balai desa Tawangrejo Kecamatan Takeran  kabupaten Magetan. Minggu /16/9/2018

Ketua Cabang LAZISMU kecamatan Takeran Bpk Arif didampingi  babinsa Desa Jomblang sertu Didik Darsono saat membagikan paket sembako mengatakan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan lazismu ini  untuk menyalurkan dana dari Donatur yang kami tampung  dan di wujudkan dalam bentuk bantuan berupa Sembako yang langsung kami salurkan kepada masyarakat yang tidak masuk daftar PKH (Program Keluarga Harapan).

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemuda Pelopor Muhammadiyah dan para donatur untuk memperhatikan masyarakat kurang mampu di Desa Kerang dan Desa Tawangrejo Takeran yang sudah berjalan selama 1 tahun ini” jelas Ketua Cabang LAZISMU Kec. Takeran.


Sementara itu selaku babinsa diwilayah sertu Didik Darsono mengatakan bersama perangkat desa akan terus berupaya membantu dan memberikan data keluarga kurang mampu agar bantuan sesuai dengan sasaran. Apapun bentuknya bantuan ini akan bermanfaat bagi keluarga yang membutuhkan di desa binaan kami. (R.11)



Sabtu, 15 September 2018

Selamatkan Anak-Anak Kita Dari Pengaruh Budaya Asing


Magetan - Pengajian rutin Muslimat NU Ranting Kecamatan Plaosan dilaksanakan setiap bulan sekali, pada bulan ini bersamaan dengan peringatan tahun baru 1440  Hijriyah.

Dihadapan -+2000 Jamaah Muslimat NU, Danramil 02 Plaosan Kapten Inf Waluyo Utomo mewakili sambutan dari Forpimca Kecamatan Plaosan menjelaskan bahwa Negara kita ini diprediksi mulai tahun 2020 nanti akan memiliki bonus Demografi dimana usia produktif jumlahnya lebih banyak  dibandingkan dengan usia tua yg sudah tidak produktif lagi ( 65 tahun keatas ) dan usia anak anak yang belum mampu bekerja ( dibawah umur 15 tahun ) bahkan kususnya jawa timur bonus demografi akan mendahului yaitu dimulai pada tahun 2019 ( paparan Pakde Karwo di Grand Sity Surabaya )

Pada waktu itu nanti 70 % penduduk Indonesia adalah usia produktif. Kita lihat apa yg terjadi sekarang ini anak² kita yang masih sekolah di SD, SLTP,  SLTA mereka lebih sibuk dengan HP nya dari pada belajar, sore hari mereka lebih senang nongkrong di warnet dari pada olah raga dari pada ngaji di masjid dari pada bantu kerja orang tua dll.

Anak anak kita lebih senang meniru gaya hidup orang orang barat, lebih senang mengembangkan budaya asing dari pada 1000 lebih budaya kita sendiri, semua yang berbau asing mereka anggap lebih baik.

Semua itu terjadi karena sudah direncanakan oleh bangsa asing maupun aseng dengan programnya yang ingin menguasai Indonesia, didukung dengan lemahnya sistem yang berlaku di Negara kita. Contoh Pada acara ILC beberapa bulan yang lalu disebutkan bahwa pengguna internet di Negara kita  mencapai 130 juta orang ( misalkan pengguna face book adl 50 jt orang )

Hitung hitungan financial misalkan pengguna face book per orang perhari 1000 rupiah saja maka hasil dari face book  di Indonesia mencapai 50 miliar per hari. Uang orang Indonesia dikeruk 50 M per hari (sebulan 1,5 T) sementara aklaq anak anak kita dirusak,  otaknya dicuci,  warganya dibuat malas "inilah yang dinamakan PROXY WAR yaitu warga kita dirusak tetapi kita tidak sadar, tidak merasa kalau diperbodoh"

Kerusakan anak anak kita sudah semakin nyata dan terjadi di setiap hari, pada hal mereka itulah pelaku bonus demografi yang akan datang, kalau seperti ini tidak segera kita benahi maka mereka itu bukan lagi bonus tapi justru akan menjadi ancaman di Negeri ini,  dimana banyak tenaga produktif tapi tidak nemiliki kemampuan apa apa mereka akan menjadi pengangguran, menjadi gelandangan yang akan menjadi beban pemerintah. Apalagi Negara kita ini sekarang sudah diserbu tenaga kerja asing, ini semakin menambah gejolak sosial.

Sebagai penutup dalam pemberian materi,  Danramil memberikan semboyan untuk generasi muda kita Apa yang dipikirkan itulah yang akan diucapkan, Apa yang diucapkan itulah yang akan dilakukan, Kelakuan atau perbuatan akan menjadi suatu kebiasaan, Kebiasaan itulah yang disebut karakter, Sedangkan karakter adalah masa depan mereka.

Jadi kesimpulanya masa depan anak anak kita tergantung dari apa yang dia pikirkan,  kalau sekarang yang dipikirkan nongkrong di warnet, main game on line itulah gambaran masa depan mereka bisa dibayangkan kalau mulai SD sudah suka nongkrong di warnet,  MAU JADI APA NEGERI INI 15 SD 20 TH YANG AKAN DATANG.