Rabu, 15 Agustus 2018

Meriahkan HUT RI Ke 73, Babinsa Desa Mrahu Bersama Kades Ajak Warganya Ikuti Lomba Kebersihan, Gapura Dan Lampu Hias


Kartoharjo - Jelang peringatan HUT RI ke 73 tahun 2018 ini, Babinsa Koramil 0804 /08  Serka Ali Mutaqin bersama Bapak Puryanto selaku Kades Mrahu beserta Camat Kartoharjo bpk.  Suwito dan Danpos Kartoharjo  Pelda Slamet serta perangkat desa melaksanakan penilaian lomba kebersihan antar RT dan RW di Desa Mrahu.  Selasa (14/08/2018).

Lomba kebersihan dan penilaian  Gapura serta lampu Hias berlangsung cukup meriah karena semua masyarakat gotong royong dan bahu membahu untuk mempercantik lingkungannya.  Ada beberapa kriteria yang menjadi dasar penilaian kita saat ini, untuk tingkat RT dan RW kita melihat diantaranya kebersihan dan kerapian halaman  rumah, jalan, serta keunikan dan keindahan gapura,  karena hal ini yang menurut kita penting untuk selalu ditingkatkan oleh setiap keluarga dan lingkungan RT agar dapat menciptakan suasana yang sejuk aman dan sehat.

Kemudian untuk tingkat RW yang menjadi penilaian adalah mengenai kebersihan, kerapian dan keindahan  kekompakan dalam memasang umbul-umbul dan gapura serta lampu hias. Pengumuman hasil penilaian tersebut langsung   diumumkan dan di menangkan oleh RT 3 RW 01  dalam rangka memperingati  perayaan HUT RI ke 73 tanggal 17 Agustus 1945 tutur Danpos Kartoharjo  Pelda Slamet

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat memotivasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta pemasangan  lampu hias dan mendukung program Pemerintah Kab Magetan . Program ini harus kita sukseskan dalam memasyarakatkan kebersihan lingkungan, dengan demikian gerakan memasyarakatkan kebersihan dan motivasi  yang tinggi  serta  semangat 45 sehingga tercipta perilaku hidup bersih dan sehat dalam masyarakat  untuk mewujudkan daerah “BERSERI” (Bersih Sehat Rapi dan Indah), “tutur Pelda Slamet”. (R,08)

Permainan Tradisional Warnai Perlombaan Sambut HUT RI Ke 73, Kodim 0804/Magetan


Magetan – Semarakan HUT RI ke 73, Kodim 0804/Magetan menyelenggarakan berbagai perlombaan, kegiatan ini di ikuti oleh prajurit dan ASN Kodim 0804/Magetan bertempat di lapangan apel makodim. Selasa/14/8/2018.

Kegiatan lomba yang bernuansa kegembiraan ini mampu menggugah semangat  kebersamaan dan tentunya juga menghibur antara lain lomba bakiak, bawa kelereng,  makan kerupuk dan  pukul air. Sontak berbagai pertandingan tersebut menarik antusias dan perhatian prajurit dengan semangat untuk mengikutinya.
                                                                         
Tak ketinggalan Dandim 0804/Magetan Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko, Kasdim 0804 Mayor Inf Muji Wahono beserta perwira staf  juga ikut beradu ketangkasan dengan mengikuti perlombaan adu cepat bawa kelereng bersama anggotanya.

Dengan adanya lomba permainan tradisional tersebut tak terelakan tentunya  menimbulkan keriuhan dan keseruan serta gelak tawa melihat kelucuan masing – masing peserta dalam memainkan setiap perlombaan hingga selesai.

Dandim 0804/Magetan Letkol Arm Heri Bayu Widiatmoko mengatakan perlombaan permainan tradisional yang digelar kali ini sebagai ajang untuk menghibur dan memeriahkan HUT RI ke 73, dimana perlombaan tradisional seperti ini rutin dilakukan setiap tahun oleh masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan. “Kita ingin melestarikan tradisi untuk mengingat permainan masa kecil dulu” terangnya.

Ditambahkan, dengan adanya perlombaan ini menjadi ciri khas permainan tradisional yang merupakan nilai kearifan lokal, disamping itu dapat memupuk rasa persatuan, kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan keluarga besar Kodim 0804/magetan, peserta lomba juga merasakan keseruan dan kebahagiaan bersama. “ungkapnya”(MDC0804)

Selasa, 14 Agustus 2018

Danramil 0804/07 hadiri Upacara Hari Jadi Pramuka Ke 57 di Lapangan Desa Kauman


Karangrejo - Danramil 0804/07 Karangrejo  menghadiri Upacara Hari Ulang Tahun Pramuka  ke 57 Tahun 2018 dan Pembukaan Perkemahan Wirakarya  Kwartir Ranting Karangrejo Tahun 2018 di Desa Kauman Kecamatan Karangrejo  Kabupaten Magetan , Selasa,(14/08/2018).

Camat Karangrejo selaku Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Ranting Karangrejo  sebagai Inspektur Upacara pada HUT Pramuka di lapangan Desa Kauman mambacakan amanat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang intinya.

Saya berpesan hendaknya Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan luar sekolah jangan terlibat dalam kegiatan politik praktis. Untuk itu, saya mengharapkan kepada seluruh jajaran Pramuka utamanya anggota dewasa baik sebagai majelis pembimbing, andalan, pelatih, pembina, pamong Saka maupun instruktur agar merapatkan barisan untuk bekerjasama secara sinergis guna mempercepat mewujudkan kaum muda Indonesia yang berkepribadian luhur, berkarakter, berwatak, handal dalam berfikir dan bertindak, memiliki jiwa bela negara,bangga menjadi Pramuka. Begitu pula para Pelatih harus belajar terus menerus untuk dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidikan yang up to date tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan bagi para Pembina Pramuka.

Gerakan Pramuka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas manusia dengan membekali pendidikan karakter dan kompetensi iptek berbasis kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup (lifeskill) kaum muda Indonesia. Gerakan Pramuka harus dapat memberikan nilai tambah bagi anggotanya dan hal inilah yang perlu dikaji dan dikembangkan terus menerus oleh pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) dan pusat penelitian dan pengembangan kepramukaan (puslitbang) yang bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. Peranan Satuan Karya Pramuka (Saka)

Menurut Danramil 0804/07 Karangrejo Kapten Inf Arif. W selaku anggota Kamabiran mengatakan kegiatan Dalam rangka memperingati HUT pramuka yang ke – 57 dengan mengambil tema “Bekerja untuk kaum muda mewariskan yang terbaik bagi bangsa”. Adapun kegiatan ini merupakan kegiatan ekstrakulikuler yang diikuti oleh siswa/i SD, SMP dan SMA sebanyak 625 peserta selanjutnya kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari yakni dari hari Selasa14 Agustus 2018 hingga hari Rabu 16 Agustus 2018.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut  diantaranya Camat Karangrejo Rudy Harsono, S,Sos,  Danramil Karangrejo Kapten Inf Arif. W, Kapolsek Karangrejo diwakili Aiptu Agus, Ka Kwaran Karangrejo Harladi S, Pd Kepala sekolah SD, Se Karangrejo, eserta Upacara Anggota Pramuka Siaga, penegak dan Penggalang. (By--R.07)

Danramil 0804/11 Takeran, Pramuka Sebagai Perekat Persatuan Bangsa


Takeran – Dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke 57 tahun 2018, Gerakan Pramuka Kwartir rannting Takeran mengelar upacara di lapangan Ds. Kuwonharjo kec. Takeran kab magetan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Koramil 0804/11 Takeran kapten Inf Sarpan dan Forkopimca serta pembina pramuka se Kecamatan Takeran. Selasa /13/8/2018.

Danrmil 0804/11 Takeran Kapten Inf Sarpan sebagai pembina saka wirakartika ranting Takeran disela sela kegiatan mengatakan bahwa Gerakan Pramuka merupakan Garda terdepan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Pendidikan Kepramukaan yang  berlandaskan pada Satya dan Darma Pramuka harus benar-benar tertanam dalam hati setiap insan Pramuka sebagai pedoman bersikap dan berprilaku.

Organisasi  kepanduan perlu dipupuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menyatukan organisasi-organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka, hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya keputusan presiden Nomor 238 tahun 1961. “ jelasnya”.

Gerakan pramuka merupakan penyatuan dari 60 organisasi kepanduan untuk dapat menjadi perekat bangsa. Presiden Soekarno telah menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 14 agustus 1961 yang berpesan bahwa Gerakan Pramuka berfungsi untuk membina dan memantapkan Karakter Kaum Muda Indonesia.

"Pesan Bung Karno ketika itu "berusahalah sehebat-hebatnya untuk mengembangkan dan meluaskan gerakan kita. Sampai pada suatu ketika setiap anak dan pemuda serta pemudi kita, baik mahasiswa yang di kota maupun yang menggembala kerbau di desa, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan Aku Pramuka Indonesia". Gerakan Pramuka menjadi "Rumah Besar" kita, dan saya yakin Pramuka dapat menyatukan bangsa ini ketika banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan lainnya. Potensi Gerakan Pramuka sangat besar, mimpi dan visi-misinya besar, anggota tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan jaringan yang kuat dengan organisasinya yang terstruktur secara sistematis," imbuhnya.

Gerakan pramuka sangat baik dalam pembentukan ''human character building'' (pembentukan karakter manusia) yang terbukti mampu menciptakan insan yang mandiri dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan semuanya itu agar tiap-tiap jenjang pendidikan memasukkan pendidikan gerakan pramuka diantaranya bisa dimasukkan dalam pendidikan pengembangan diri, ekstrakurikuler atau yang sejenisnya. Dikatakan juga gerakan pramuka mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang tertuang dalam Dasar Dharma Pramuka. (R.11)

Danramil 0804/02 Berikan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Karang Pamitran Kwaran Plaosan


Plaosan - Danramil 0804/02 Plaosan diminta memberikan Wawasan Kebangsaan kepada Kepala Sekolah SD dan SLTP se Kecamatan Plaosan pada acara Karang Pamitran Kwaran Plaosan, di Aula UPTD Pendidikan Kec. Plaosan. Dengan mengambil tema  " Selamatkan Anak-anak kita dari Proxy War Bangsa Asing”.  Selasa/14/8/2018.

Danramil 02 Plaosan menjelaskan bahwa Negara kita ini diprediksi mulai tahun 2020 sd 2030 nanti akan memiliki Bonus Demografi dimana usia produktif lebih banyak jumlahnya dibandingkan usia tua yg sudah tidak mampu bekerja lagi ( 65 tahun keatas ) dan usia anak anak yang belum mampu bekerja yaitu dibawah umur 15 tahun,  bahkan kususnya jawa timur bonus demografi akan mendahului yaitu dimulai pada tahun 2019 ( paparan Pakde Karwo di Grand Sity Surabaya )

Pada waktu itu nanti 70 % penduduk Indonesia adalah usia produktif. Kita lihat apa yg terjadi sekarang ini anak² kita yang masih sekolah di SD, SLTP,  SLTA mereka lebih sibuk dengan HP nya dari pada belajar, sore hari mereka lebih senang nongkrong di warnet dari pada olah raga, dari pada ngaji di masjid dari pada bantu kerja orang tua dll.

Anak anak kita lebih senang meniru gaya hidup orang orang barat, lebih senang mengembangkan budaya asing dari pada 1000 lebih budaya kita sendiri, semua yang berbau asing mereka anggab lebih baik.

Semua itu terjadi karena sudah direncanakan oleh bangsa asing maupun aseng dengan programnya yang ingin menguasai Indonesia, didukung dengan lemahnya sistem yang berlaku di Negara kita.  Contoh Pada acara beberapa bulan yang lalu disebutkan bahwa pengguna internet di Negara kita  mencapai 130 juta orang yang 83% adalah pengguna face book, WA ( -+ 103 juta orang ) seratus tiga juta orang disibukan oleh face book, anak anak sekolah,  ibu ibu rumah tangga, para pegawai semua disibukan oleh face book,  twiter,  WA dll.

Hitung hitungan financial misalkan pengguna face book per orang perhari 500 rupiah saja maka hasilnya Mark Zukerberk ( pemilik face book) di Indonesia mencapai 50 miliar per hari. Uang orang Indonesia dikeruk 50 M per hari (sebulan 1,5 T) sementara aklaq anak anak kita dirusak,  otaknya dicuci,  warganya dibuat malas "inilah yang dinamakan PROXY WAR yaitu warga kita dirusak tetapi kita tidak sadar, tidak merasa kalau diperbodoh"
Kerusakan anak anak kita sudah semakin nyata dan terjadi di setiap hari, pada hal mereka itulah pelaku bonus demografi yang akan datang, kalau seperti ini tidak segera kita benahi maka mereka itu bukan lagi bonus tapi justru akan menjadi ancaman di Negeri ini,  dimana banyak tenaga produktif tapi tidak memiliki kemampuan apa apa mereka akan menjadi pengangguran, menjadi gelandangan yang akan menjadi beban pemerintah. Apalagi Negara kita ini sekarang sudah diserbu tenaga kerja asing, ini semakin menambah gejolak sosial.

Sebagai penutup dalam pemberian materi,  Danramil memberikan semboyan untuk generasi muda kita “Apa yang dipikirkan itulah yang akan diucapkan, Apa yang diucapkan itulah yang akan dilakukan, Kelakuan atau perbuatan akan menjadi suatu kebiasaan, Kebiasaan itulah yang disebut karakter, Sedangkan karakter adalah masa depan mereka” tegasnya.

Jadi kesimpulanya masa depan anak anak kita tergantung dari apa yang dia pikirkan,  kalau sekarang yang dipikirkan nongkrong di warnet, main game on line itulah gambaran masa depan mereka bisa dibayangkan kalau mulai SD sudah suka nongkrong di warnet,  MAU JADI APA NEGERI INI 15 SD 20 TH YANG AKAN DATANG