Selasa, 18 Januari 2011

Orang yang sesat bagaikan mendaki langit

Orang yang sesat bagaikan mendaki langit
Banyak orang dimudahkan untuk menerima Islam namun juga banyak orang yang sulit bahkan menolak Islam. Orang yang dimudahkan untuk menerima hidayah akan dilapangkan dadanya, sehingga mudah menerima syariat agama Islam walaupun melalui berbagai jalan dan perjuangan yang tidak ringan, sebagai contoh banyak orang berbondong-bondong dan dengan perjuangan yang berat untuk mendatangi tempat pengajian MTA yang ada di Surakarta hanya karena untuk mendapatkan hidayah.
Dan sebaliknya orang yang tidak mendapatkan hidayah atau bahkan menolak Islam, maka dadanya akan merasa sesak dan sempit, seolah-olah mendaki ke langit. Sebagai contoh orang yang menolak Al-qur’an dan Sunnah yang disampaikan oleh Radio MTAFM, dia akan merasa sesak dadanya sampai-sampai radionya dibanting. Allah berfirman,
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman [QS.6:125]
Kholifah Abu BAkar
Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah yang pertama kali menggantikan beliau sebagai khalifah setelah beliau Nabi SAW wafat yang biasa dikenal dengan khulafaaur Raasyidiin. Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk Islam di kalangan laki-laki dan Abu Bakar ini adalh sahabat yang sangat dekat dengan Nabi dan selalu menerima apapun yang dikatakan oleh Rasulullah tanpa ragu sedikitpun, maka dia dikenal dengan sebutan Ash-shiddiiq. Abu bakar adalah sahabat yang sangat rajin dalam beribadah baik harta maupun jiwanya, dan dia dikenal sangat dermawan sehinggan sering mengeluarkan hattanya untuk membebaskan budak yang disiksa tuannya karena mengikuti Islam. Saking dekatnya dan setianya dia dengan Nabi SAW, maka kalau diperbolehkan Nabi akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasihnya, sebagaimana riwayat berikut :
Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku dalam hal harta maupun berkawan adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengambil seorang kekasih, niscaya aku memilih Abu Bakar sebagai kekasihku. Akan tetapi yang ada adalah persaudaraan Islam.”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1854].
Hukum Qishas
Sebagian di antara kita masih ada yang tidak mengerti dan bahkan menolak adanya hukum qishash, termasuk di kalangan umat muslim yang sebenarnya telah dipilihkan oleh Allah hukum yang sebaik-baiknya, karena yagng terbayang dibenak kita kalau bicara hukum qishash adalah identik dengan potong tangan, pancung atau penggal leher. Namun demikian walupun hukum qishash tersebut tidak diberlakukan di negeri Indonesia yang mayoritas muslim ini, tidak ada salahnya sebagai umat muslim mengetahui dan paham tentang seperti apa hukuman qishash itu ditegakkan.
Ternyata tidak setiap orang membunuh harus dibalas dengan hukuman dibunuh, namun bisa juga diganti dengan denda atau dmaafkan sebagaimana riwayat berikut : Dan dari Abu Syuraih al-Khuza’i, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ditimpa musibah dengan (tertumpahnya) darah atau luka (al-khabalu = al-jiraahu = luka) maka ia boleh memilih salah satu diantara tiga : Ia boleh menuntut (hukuman) qishash, mengambil denda atau memaafkan. Tetapi kalau ia menghendaki yang keempat, maka ikatlah kedua tangannya (dibuang)”. [HR. Ahmad juz 5, hal. 514 no. 16375]

Tidak ada komentar: