Jumat, 14 Januari 2011

penjelasan yasin dan tahlil secara berjamaah


Tanya jawab seputar : Yasin dan Tahlil secara Berjamaah
Tanya : Profesor Amin yang terhormat, ada beberapa masalah yang ingin saya tanyakan:
1. Bolehkah membaca tahlil secara berjamaah?
2. Bolehkah membaca Yasin Fadlilah, yaitu ketika membaca lafadz yasin diulang 7 kali, ayat ke-38 (dzalikal taqdirul 'azizil 'alim) diulang 15 kali, ayat ke-58 (salamun qoulan mir-rabbir rahim) diulang 15 kali, ayat 81 diulang 5 kali kemudian dilanjutkan dengan tahlil secara berjamaah?
3. Adakah dalil Alquran dan hadis yang menerangkan hal tersebut?
M Tasir H di Magetan
Jawab : Islam mengajarkan membaca Alquran adalah ibadah. Artinya orang yang membaca Alquran akan mendapatkan pahala, baik dia faham ataupun tidak, baik dibaca dengan keras ataupun pelan, baik dibaca secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Karena itu tidak mengherankan jika kitab suci Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dibaca oleh manusia di muka bumi ini. Baik oleh ummat muslim sendiri ataupun non muslim. Bahkan Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dihafal oleh manusia.
Membaca Alquran yang dinilai ibadah dan mendapatkan pahala adalah seluruh ayat dan surat, mulai dari al-Fatihah sampai an-Nas. Surat Yasin adalah salah satu surat dalam Alquran sehingga membacara Yasin adalah ibadah dan mendapatkan pahala.
Sedangkan tahlil/tahlilan adalah sebuah ritual dzikir berupa pembacaan kalimah thoyyibah (bacaan yang baik) berupa Alquran, solawat dan dzikir. Penyebutan ritual dengan istilah tahlilan dilatarbelakangi adanya bacaan dzikir, yaitu kalimat tauhid (la ilaha illallah) yang menjadi inti di dalamnya. Sehingga dilihat dari aspek materialnya tahlilan adalah dzikir dengan rangkaian bacaan yang disusun secara khusus. Dzikir dalam Islam termasuk ibadah juga.
Dalil mengenai membaca Yasin banyak dijumpai di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Yang secara eksplisit antara lain menjelaskan tentang membaca Yasin adalah: ''Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati dan hati Alquran adalah surat Yasin. Barang siapa membaca Yasin maka Allah akan mencatatnya seperti membaca Alquran secara keseluruhan sebanyak 10 kali.'' (HR At-Tirmidzi).
Sedangkan dalil Alquran yang memerintahkan berdzikir di antaranya ''Hai orang-orang yang beriman dzikir kepada Allah dengan banyak dan bertasbihlah di waktu pagi dan sore.'' ( QS.Al-Ahzab/33:41). Dan dalil tentang dzikir dalam Hadis Nabi SAW di antaranya dalam Hadis Qudsiy: ''Aku adalah tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku (berdzikir).'' (HR.Bukhari-Muslim ).
Sedangkan dalil yang menerangkan tentang dzikir secara berjamaah adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Hurairah yang menyatakan: ''Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memiliki kendaraan yang penuh dengan keutamaan yang akan mencari majlis dzikir, jika mendapati majlis dzikir maka mereka turun dan menaungi majlis itu dengan sayap-sayapnya yang memenuhi langit,...'' dan banyak lagi hadis yang lain.
Dzikir secara berjamaah termasuk di dalamnya membaca Yasin dan tahlil bersama-sama dilihat dari aspek kebersamaan lebih menampakkan persatuan dan kesatuan umat Muslim dibandingkan sendiri-sendiri. Dan ini juga sekaligus salah satu contoh manfaat berjamaah, yaitu syiar Islam lebih nampak dalam kehidupan ini.
Di Indonesia, mambaca Yasin kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil berjamaah adalah sudah menjadi tradisi. Tradisi semacam ini selama tidak menyimpang dari prinsip dasar (dalil) tersebut di atas adalah baik dan perlu dilestarikan. Anda tidak perlu ragu menjalankan tradisi tersebut karena khawatir kalau termasuk kategori bid'ah. Bid'ah sendiri tidak selamanya sesat, karena ada bid'ah yang bersifat nisbi (bid'ah idhafi). Bid'ah ini tidak sesat, karena menyangkut teknik ibadah seperti tradisi Yasinan dan Tahlilan. Kalau amalan itu sudah mengubah substansi ajaran Islam, yaitu telah menyimpang dari prinsip, dasar dalam Islam, maka dilarang. Inilah yang disebut bid'ah haqiqi (bid'ah substantif).
Sementara tentang Yasin Fadlilah, memang ada sebagian umat Islam yang mempraktikkannya, malah tidak sekadar sebagaimana yang Anda sebutkan dalam pertanyaan di atas, tetapi masih ada tambahan bacaan lain yang disisipkan. selama hanya mengulang-ulang bacaan seperti yang Anda sampaikan, maka tidak perlu dipersoalkan. Karena pada prinsipnya adalah surat Yasin juga yang dibaca. Wallahu a'lam bis-shawab. Demikian semoga bermanfaat, Amin.(35)
__._,_.___
Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.
 
Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.
 

Tidak ada komentar: