Jumat, 21 Januari 2011

TANDA-TANDA ORANG YANG DITERIMAH SOLATNYA

Tanda-tanda orang yang diterima Shalatnya

Pembaca yang Budiman, Sebagai awal tulisan saya ini kami mengajak, kepada para pembaca dan khususnya saya pribadi mari kita tingkatkan terus iman dan taqwa kita kepada allah SWT sebagai bentuk syukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad Saw yang telah menuntun umat manusia ke jalan keselamatan.
Saudaraku muslimin rahimakumullah! Pada kesempatan ini saya mengajak kepada saudaraku seiman seagama untuk mengoreksi diri kitamasing-masing, dalam hubungan-nya dengan pelaksanaan shalat yang selama ini sudah kita lakukan. Bagi kami ini sangat penting, karena shalat adalah “Imamudin, tiang agama. Kalau tiangnya rapuh, bukan mustahil dalam beragama kita juga menjadi rapuh. Shalat adalah merupakan media komunikasi antara mahkluk dengan khaliq, anatara hamba dengan Tuhan, Kalau shalat kita amburadul, BISA JADI MEDIA ITU MENJADI TAK BEFUNGSI komunikasi kita dengan Allah terputus. Padahal hanya Allah-lah dzat yang memiliki segala keperluan hidup kita, yang menjadi satu-satunya pelindung kita.
Sebagai barometer , baiklah kami kutipkan sebuah hadist Qutsi yang tertulis dalam kitab “Kalimatullah Al ‘Ulya hlm 264 dikutip oleh Jalaludin Rahmat bentuk penjelasan dalam buku karanganya “Renungan-renungan Sufistik” hlm 19-33 yang artinya :
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya aku hanya akan menerima shalat orang-orang yang merendahkan dirinya karena kebesaran-Ku, menahan dirinya dari hawa nafsu karena aku, yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berzikir kepada-Ku, yang melazimkan hatinya untuk takut Kepada-Ku, yang tidak sombong terhadap makhluk-Ku, yang memberi makan kepada orang yang lapar, yang memberi pakaian kepada orang yang telanjang, yang menyayangi orang yang terkena musibah, yang memberikan perlindungan kepada orang yang terasing, Kelak cahaya orang itu akan bersinar bagaikan sinar matahari aku akan berikan cahaya ketika dalam kegelapan, aku berikan ilmu ketika dia tidak tahu, Aku akan lindungi dia dengan kebesaran-ku. aku akan suruh Malaikat menjaganya, kalau dia berdo’a kepada-ku, aku akan segera menjawabnya Kalau dia meminta kepada-ku, aku akan segera memenuhi permintaanya. Perumpamaannya di hadapan-ku seperti perumpamaan sorga firdaus.

Mari kita cermati hadist qutsi tadi.
1. Tawadhu’ (merendahkan diri)
Istilah Alquran adalah shalat yang khusyu’ penuh kosentrasi. Namun perlu diingat bahwa khusyu’ itu bukan berarti tidak ingat apa-apa. Sebab orang yang tidak ingat apa-apa itu namanya pingsan. Jadi ketika kita di atas sajadah menghadap qiblat sudah takbiratul ihram, berarti kita sudah meninggalkan dunia ini bagaikan Nabi SAW mi’raj menghadap Allah SWT, guna menguji dan memohon langsung bersimpuh dihadapan Allah SWT. Yang kita ingat adalah apa yang tengah kita ucapkan dalam butir-butir doa shalat. Untuk itu alangkah indahnya kalau kita bisa memahami dan menghayati setiap isi doa shalat yang kita ucapkan.
Bagi yang belum bisa khusyu’ tidak usah kawatir, asal sudah tepat waktu, karena ada hadist qutsi yang berbunyi :

Dari qotadah bin rib’i ra bahwasanya Rosulullah saw bersabda “Allah yang maha mulia dan maha besar berfirman, “aku wajibkan atas umatku sholat 5 waktu, dan aku menjajikan sebuah janji, yaitu bagi orang yang menjaga shalat itu pada waktunya, maka aku masukkan ke sorga, barang siapa yang tidak menjaganya, maka tidak ada jajji padaku (HR Ibnu Majah)
2. Menahan Nafsu
Termasuk orang yang terimah sholatnya, karena ia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya. Pada hari qiyamat nanti, kata rosulullah SAW ada orang2 yang diistemewakan oleh allah, dilindungi sebagai orang penting di hari qiyamat, salah satu diantaranya ialah orang yang diajak kencan oleh seorang wanita cantik yang memiliki kedudukan yang tinggi, tapi dia menolak seraya berkata. Aku takut kepada Allah.inilah orang yang diterimah sholatnya dan paling istimewa di hadapan allah SWT.
3. Banyak berdikir
Orang mendirikan sholat 5 waktu dan siang harinya nbanyak berzikir, dalam arti selalu mengingat Allah, adalah merupakan indikasi bahwa shalatnya itu diterimah oleh Allah SWT.MEngapa siang hari bukan malam hari? Karena justru di siang hari itulah manusia banyak beraktifitas.Kerja dikantor misalnya, kalau selalu ingat akan Allah, dia tidak mau menghiyanati isntasinya.orang berdagang kalau ingat allah akan allah dia tidak mau mengurangi takaran atau timbangan atau transaksi yang penuh tipuan, begitu seterusnya.
Kemudian dikir dalam bentuk ucapan dalam al quran diperintahkan untuk dikir sebanyak-banyaknya,(udzkurullaha dzikran katsiiraa) Dengan dasar itu para ulama khususnya ulama thariqah mengamalkan dzikir itu dalam bentuk hitungan, sejal 33 kali hingga ribuan kali, karena dianggap lebih banyak itu lebih baik, Lain halnya perintah amal, Al quran tidak menyuruh beramal sebanyak-banyaknya, melainkan beramallah sebaik-baiknya (ahsanu amala) seperti termaktub dalam alquran surat almulk ayat 2.
Yang jelas shalat yang berkualitas adalah sholat yang banyak disertai dzikir, hati akan merasa tentram.Sebagaimana firman Allah Dalam Alquran :

Artinya orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram (adalah) dengan mengingat allah. Ingatlah Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentran (QS.Ar Ra’du 28).

4. Memiliki Rasa Takut kepada Allah.
Takut kalau ibadahnya tidak sesuai dengan yang dikehendaki Allah sehingga tidak diterima, takut kalau menghiyanati allah, takut akan adzab kubur atau azab neraka, Dengan adanya rasa takut semacam itu maka akan timbul sifat kehati-hatian kita, baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia.
5. Tidak sombong pada makhluq Allah.
Orang yang mendirikan sholat, tidak sepantasnya berlagak sombong kepada sesame, karena sifat itu disamping tidak disukai Allah juga tidak disukai manusia. Terlebih lagi kalau ada orang fakir tetapi sombong, sangat tidak layak dan dijauhi oleh manusia yang tentu saja akan lebih mempersempit dan menyulitkan hidupnya.
6. Memiliki Solidaritas sosial (Peduli terhadap sesama)
Yang dicontohkan dalam hadist qudsi di atas sebagai yang diutamakan ialah :
a. Memberi makan kepada orang lapar dan sandang kepada orang yang telanjang, kekurangan sandang pangan adalah indikasi orang miskin. Maka sebagai seorang yang mendirikan sholat kepedulian jangan sampai diabaikan.
b. Menyanyangi orang yang terkenah musibah, dan memberikan perlindungan kepada orang yang terasing.
Mereka yang terkena musibah saat ini rupa-rupanya terus mengalir silih berganti.Ada yang terkena banjir sehingga tak sempat mencari nafkah ada yang terkenah gempa dll.semua itu membutuhkan uluran tangan.
Selanjutnya untuk mewujudkan solidaritas social , disini diperlukan sifat terpuji yaitu menjadi dermawan.Rosulullah SAW telah menginformasikan.
Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dan dekat dengan sorga, dan orang kikir itu jauh dari Allah jauh dari manusia dan dekat dengan neraka,
Mari kita berupaya agar shalat kita bukan hanya sekedar ibadah ritual yang diawali dengan takbir dan diakiri dengan salam, melainkan ada amaliah lain yang menopangnya supaya shalat kita lebih berkualitasdan diterimah oleh Allah SWT.Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir bathin kepada kita dan menuntun kita ke jalan yang diridhoi-Nya Amin.

M Tasir Hidayat /21 Januari 2011

Tidak ada komentar: