Minggu, 09 Desember 2012

BUDIDAYA PERTANIAN DENGAN SISTIM BERTINGKAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PARALON

Batalyon Zeni Tempur 10/2 Kostrad yang berkedudukan di tengah-tengah kota Pasuruan memiliki lahan sangat terbatas, sehingga akan sulit apabila akan memanfaatkan lahan tersebut sebagai area penghijauan terutama sebagai lahan pertanian yang dapat bermanfaat langsung bagi keluarga prajurit untuk menambah inkam/tambahan kebutuhan hidup dihadapkan oleh harga-harga sembako yang semakin lama harganya melejit, tetapi kondisi ini tidak membuat para prajurit Yonzipur 10 putus asa, dengan berbekal ilmu yang sedikit tentang pertanian para perwira yang didukung oleh Komandan Batalyon berusaha memecahkan masalah/kendala yang dihadapi tersebut.

Dengan bimbingan Ir. Suhadi yang sehari-harinya sebagai pegawai BPR kota Pasuruan kami mendapatkan ilmu budidaya pertanian dengan menggunakan sistim bertingkat dengan media paralon, ilmu ini bermanfaat untuk meningkatkan swasembada pangan serta dapat menyelesaikan kendala-kendala satuan yang tidak memiliki lahan pertanian yang cukup luas ,  budidaya dengan memanfaatkan  paralon dapat menghemat lahan dan dapat dilakukan di atas tanah yang tandus, bahkan di atas atap atau ubin, sistim budidaya pertanian ini tidak harus menggunakan media paralon tetapi bisa menggunakan media lain misalnya bekas kaleng cat dari plastik yang penting ukurannya sama sehingga dapat disusun secara vertikal atau bisa juga dengan plastik polibag bentuk rol. Adapun jenis tanaman yang bisa dibudidaya dengan sistim ini bermacam-macam seperti jenis sayur-sayuran, buah melon bahkan padipun bisa ditanam dimedia ini. Disamping itu budidaya dengan model ini akan meningkatkan volome, karena dengan ukuran lahan 10 m X 20 m akan diperoleh jumlah lubang tanam sebanyak 72.000, hampir sama dengan jumlah lubang tanam lahan seluas 1 ha dengan model konvensional. Beberapa hal tersebut di atas memiliki tujuan agar
dapat diterapkan/adopsi oleh satuan-satuan lain yang memiliki problem yang sama yaitu    sempitnya     lahan   yang     dimiliki/ lahan    yang  tandus,   sehingga    proses
swasembada pangan dapat segera terwujud. Krisis global tidak akan terlalu berpengaruh khususnya  bagi parajurit Yonzipur 10 dan saatnya kita bangkit dan mandiri.     
            Sebelum menginjak cara membuat media tanam dan Nutrisi, perlu diketahui bersama bahwa ada beberapa istilah dalam sistim tanam dengan media paralon ini, yaitu dengan ukuran lahan 10 m X 20 m terdapat 8 (delapan) kelompok Bintang Kejora dengan kapasitas 576 paralon , dalam 1(satu) Bintang Kejora dengan ukuran lahan 5 m X 5 m dengan kapasitas  72 paralon terdapat 9 ( sembilan ) kelompok bintang kecil  , 1 ( satu ) Bintang kecil dengan kapasitas 8 (delapan) paralon, 1 (satu) paralon dengan panjang 2 meter terdapat 125 lubang tanam, total jumlah lubang tanam dalam 1 (satu) bintang kecil yaitu 125 X 8 = 1000 lubang tanam.
Apabila satuan memiliki kendala keterbatasan dana, cukup membuat 2 (dua) Bintang Kejora ( 144 paralon ), sebab 1 (satu) paralon dengan jumlah lubang tanam 125 bila ditanami Bawang Merah dengan masa panen kurang lebih 2 bulan dapat menghasilkan 6 kg s/d 8 kg, jadi total hasil panen seluruhnya 8 kg X 144 diperoleh hasil panen 1152 kg. Sedangkan untuk perkeluarga prajurit cukup membuat 1 (satu) Bintang Kecil yang hanya membutuhkan luas lahan kurang lebih 1, 7 meter persegi dengan jumlah paralon 8 buah di depan rumahnya masing-masing. Dengan demikian maka tidak ada lagi alasan bagi satuan untuk tidak dapat meningkatkan swasembada pertanian dengan keterbatasan lahan yang dimiliki.

bersambung.....

Tidak ada komentar: