Rabu, 27 Januari 2016

Karmil Binter TNI AD



PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN DARAT MELALUI BINTERBERSAMA SELURUH KOMPONEN BANGSA MERUPAKANIMPLEMENTASI SISTEM PERTAHANAN SEMESTA

BAB I PENDAHULUAN
1.             Umum

Pemerintah Republik Indonesia menempatkan pertahanan negara sebagai salahsatu fungsi pemerintahan negara yang bertujuan untuk menjaga kedaulatan negara,keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenapbangsa dari segala bentuk ancaman dan gangguan baik yang berasal dari luar maupunyang timbul di dalam negeri.
Dalam kerangka penyelenggaraan pertahanan negara, esensi Doktrin Pertahanan Negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertahanan R.I. Nomor Per/23/M/XII/2007 tanggal 28 Desember 2007 adalah acuan bagi setiap penyelenggarapertahanan dalam menyinergikan pertahanan militer dan pertahanan nonmiliter secara terpadu, terarah, dan berlanjut sebagai satu kesatuan pertahanan.

Pada masa damai, Doktrin Pertahanan Negara digunakan sebagai penuntun dan pedoman bagi penyelenggara pertahanan negara dalam menyiapkan kekuatan danpertahanan dalam kerangka kekuatan untuk daya tangkal yang mampu mencegah setiaphakikat ancaman serta kesiapsiagaan dalam meniadakan ancaman, baik yang berasal dari luar maupun yang timbul di dalam negeri. Pertahanan negara diselenggarakan dan dipersiapkan secara dini oleh Pemerintah melalui usaha membangun dan membina kemampuan daya tangkal bangsa dan negara yang pengejawantahannya melalui sistem pertahanan negara,  
Sistem Pertahanan Negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, yang dipersiapkan pemerintah secara dini dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah,dan berlanjut melalui pembinaan teritorial untuk menegakkan kedaulatan negara,keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dari segala ancaman.
Sistem Pertahanan Semesta dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai Komponen Utama serta segenap sumber daya nasional lainnya sebagai Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung.  Sumber daya nasional yang wujudnya berupa sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), dan sumber daya buatan (SDB), nilai-nilai, dan teknologi dapat didayagunakan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara. Sistem Pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman nonmiliter menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa. Selanjutnya, dalam menghadapi bentuk dan sifat ancaman nonmiliter di luar wewenang instansi pertahanan,penanggulangannya dikoordinasikan oleh pimpinan instansi sesuai dengan bidangnya.
Hal tersebut mengisyaratkan ada hubungan yang erat, harmonis, sejiwa danmanunggal antara TNI dengan rakyat. Panglima Besar Jenderal Soedirman pernahmenyatakan : ”
Tentara bukan merupakan satu golongan di luar masyarakat, bukan pula suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat, tetapi tidak lain dan tidak lebih adalah salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu, seperti bagian-bagian lainyaitu : tani, buruh, dan lain-lain juga mempunyai tugas dan kewajiban tertentu. 
”.Kemanunggalan TNI-rakyat yang lahir dari pengalaman sejarah tersebutmerupakan inti kekuatan pertahanan Indonesia yang tetap relevan dan tidak lekang olehperubahan. Sistem pertahanan yang modern tidak akan ada artinya manakala TNI tidakbersama rakyat memberdayakan wilayah pertahanan khususnya di darat, dalammenghadapi setiap bentuk ancaman baik bersifat militer maupun nonmiliter.

2.            Maksud dan Tujuan

a.       Maksud.Tulisan ini dimaksudkan untuk melaksanakan Surat PerintahDirkumad Nomor Sprin / 150/ IV / 2009 tanggal 20 April 2009 tentang perintahsebagai peserta lomba karya tulis teritorial T.A. 2009 atas nama letkol Chk Djamil,S.H. dan kawan-kawan (10) sepuluh orang.b.Tujuan.Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikangambaran tentang upaya pemberdayaan wilayah pertahanan darat pembinaanteritorial dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan darat menghadapiancaman militer dan ancaman nonmiliter.

selanjutnya tinggalkan pesan

Tidak ada komentar: