Selasa, 10 April 2018

Bati Intel Kodim 0804 Pelda Budi Hadiri Undangan Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora)


Magetan,  Bati Intel Pelda Budi Hadiri Undangan Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Tingkat Kecamatan Dan Kabupaten Di Wilayah Kab. Magetan. Bertempat diruang Rapat Hotel Rejeki Sarangan Kel/Kec. Plaosan Kab.  Magetan telah dilaksanakan kegiatan Rakor Pengawasan Orang Asing tingkat Kecamatan dan Kabupaten di wilayah Kab. Magetan diikuti 30 orang dpp Kurniadie (Ka Imigrasi kelas II Madiun ) 

Hadir dalam acara tersebut  Kurniadie (Ka Imigrasi kelas II Madiun beserta staf),  Aditya Triputranto (Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas II Madiun). Kuncoro, SH (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Magetan). Endri Yuprianto (Kesbang Pol Magetan),  Irawan (Bea dan Cukai Madiun),  Kapten Sus Sujak (Ka Sandi Lanud Iswahjudi) ,  Pelda Budi Bati Intel (Mewakili Pasi Intel Dim 0804 Magetan),  Camat se Kab. Magetan.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan sambutan  Kurniadie (Ka Imigrasi kelas II Madiun )  Mengucapkan banyak terima kasih kpd semua undangan yang telah hadir sehingga giat Rakor pengawasan orang asing bisa berjalan dengan lancar.  Dengan kemajuan teknologi dan semakin majunya pengetahuan yg membuat masyarakat semakin modern, dengan kemajuan teknologi tsb sehingga banyak menimbulkan masalah.  Untuk itu dari dinas keimigrasian akan selalu mendata semua pendatang yg ada diwilayah guna meminalisir kejahatan pemalsuan dokumen sehingga dibentuklah Timpora yg bisa mengawasi keberadaan orang asing yg berada diwil Kab. Magetan.  Dinas keimigrasian untuk itu membuat mitra dengan aparat kewilayahan dan meminta semua pihak untuk mendukung pengawasan sehingga keberadaan untuk semua warga asing bisa dlm pemantauan semua.  Diharapkan di Indonesia jangan sampai posisi ataupun jabatan diambil oleh orang asing yg ada di Indonesia.  Adanya kejadian WNA yg meninggal di wilayah Kab Madiun ternyata sudah 1 tahun tinggal di Madiun dan pihak Imigrasi sendiri tdk mengetahuinya.  WNA yg tinggal di Indonesia sudah merubah menset dari yg dulu tinggal di Hotel, sekarang mereka banyak tinggal di Kos-kosan karena mereka menilai kos-kosan lebih murah dan jauh dari pemantauan.  Yang perlu diwaspadai dengan warga negara asing yg tinggal di Indonesia adalah dengan melakukan nikah campuran, karena mereka perpedoman dengan HAM karena pada intinya dengan berpatokan HAM mereka akan bebas melaksanakan nikah campuran.  Untuk rencana kedepannya dari Imigrasi akan melaksanakan giat Ops bersama dengan mengkroscek keberadaan mereka dengan dilaksanakan secara bersama-sama, dengan adanya kegiatan ini diharapkan di wilayah Kab Magetan jangan sampai ada permasalahan dengan warga asing.

Sesi tanya jawab  Penyampaian dari perwakilan Rakor :  1) Penyampaian Bpk Suwito (Camat Kartoharjo) yg intinya apa syarat-syarat yg diperlukan bagi WNA yg akan tinggal tetap atau domisili di suatu wilayah, untuk mohon penjelasannya supaya dari pemerintah kecamatan bisa memberikan pelayanan.  2) Penyampaian Bpk Yani (Camat Ngariboyo) yg intinya apa yg harus dilakukan oleh pihak pemerintah kecamatan dengan adanya warga yg akan tinggal tetap di wilayah tersebut karena WNA tersebut sudah menikah dengan warga Indonesia. 3) Penyampaian Bpk Boimin (Camat Takeran) yg intinya bagaimana tindakan dan hukumnya kalau ada WNA yg melaksanakan numpang nikah dengan Warga Indonesia.  4) Penyampaian dari Bpk Endri Yuprianto (KesbangPol Magetan) yg intinya untuk kegiatan rakor mohon melibatkan dari dinas Penduduk, Pendidikan sehingga untuk data kependudukan bisa falid.  5) Penyampaian Kapt Sus Sujak (Lanud Iswahjudi) yg intinya bahwa di Lanud masih ada 3 orang WNA dari Amerika sebagai engineering pemeliharaan pesawat bagaimana status ijin tinggal mereka.  6) Penyampaian Bpk Kuncoro, SH (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Magetan) yg intinya kalau bisa dibentuk group Tim Pora sehingga kalau ada perkembangan terkait WNA di wilayah Kab. Magetan biar bisa cepat diinformasikan.

Kurniadie (Ka Imigrasi kelas II Madiun) menjawab  Status suaminya harus ada surat keterangan dati kedutaan warga asing tersebut dan warga Indonesia wajib memiliki bukti buku perwakilan dari disdukcapil.  Harus ada bukti buku pernikahan dari kedutaan warga asing yg ada di Indonesia yg menyatakan bahwa warga negara asing tersebut masih bujang atau sudah menikah di negaranya. Keterangan surat Ijin tinggalnya harus jelas apakah ijin tinggal sementara apa ijin tinggal tetap, karena ijin tinggal sementara untuk negara Indonesia hanya diberikan waktu 30 hari.  Pihak Imigrasi tidak bisa melarang pernikahan campuran tetapi harus mempunyai syarat jaminan dari kedutaan warga asing tersebut yg menyatakan bahwa WNA tersebut masih bujangan.  Terkait dengan Tim Pora untuk dinas Penduduk dan Pendidikan tidak masuk dalam Tim pengawas orang asing sehingga dalam rakor ini mereka tidak dihadirkan, sedangkan untuk relawan yg mengajar di Indonesia ijin mereka langsung dari Diplomat.  Untuk 3 orang WNA dari Amerika sebagai engineering pemeliharaan pesawat yg ada di Lanud Iswahjudi kalau surat Ijin tinggal mereka habis dan pemeliharaan belum selesai yg berhak mengeluarkan surat ijin mereka adalah langsung dari Pemerintah melalui Menteri Pertahanan.  Untuk Group Tim Pora akan dibuat dan itu merupakan usulan yg sangat bagus guna mendukung dalam pengawasan WNA yg ada di wilayah Indonesia khususnya Kab. Magetan.  Bahwa kegiatan Rakor Pengawasan Orang Asing tingkat Kecamatan dan Kabupaten di wilayah Kab. Magetan dlm rangka untuk sinergisitas aparat kewilayahan yg masuk Tim Pora dengan Imigrasi kelas II Madiun.  (MDC0804)

Tidak ada komentar: