Minggu, 08 Juli 2018

Babinsa Koramil 0804/13 Bendo Lestarikan Budaya Gotong Royong

BENDO, Gotong royong merupakan tradisi atau budaya sosial kemasyarakatan sebagai ciri khas bangsa Indonesia, Kemerdekaan bisa di raih karena adanya semangat gotong royong, kebersamaan dan bahu membahu seluruh masyarakat. Setelah reformasi semangat gotong royong tersebut seperti sudah mulai luntur dan salah satu penyebabnya adalah penggunaan uang atau sesuatu imbalan tertentu yang menjadi patokan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.

Daerah Perkotaan sekarang ini makin sulit untuk mendapatkan tradisi gotong royong ini, bahkan beberapa desa secara nyata sudah mulai luntur dan penyebabnya adalah pengaruh modernisasi dan globalisasi serta uang menjadi perusak semangat gotong royong warga desa ini. Kehadiran dalam sebuah kebersamaan terkadang diwakili dengan uang. Contoh nyata tidak hadir ronda cukup bayar pakai uang. Tidak hadir dalam pertemuan rapat cukup titip uang iuran. Bahkan tidak ikut kerja bakti dalam masyarakat pun cukup memberi bantuan uang atau makanan sehingga rasa kebersamaan lama-lama akan hilang karena semua orang hanya mementingkan individualisme.


Namun untuk wilayah kecamatan bendo khususnya desa dukuh semangat gotong royong masih kental sekali terlihat, masyarakatnya bersatu guyub rukun dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Salah satu contoh hari minggu seharusnya merupakan hari libur kerja bagi pegawai, Namun warga masyarakat bersama Babinsa Serda Abdul Manis bersama-sama bergotong royong dalam renovasi rumah bapak Mubin yang terletak di Rt 15/03 Desa Dukuh Kecamatan Bendo. (Minggu, 08/07/18)

Serda Abdul Manis sebagai Babinsa menyampaikan bahwa bapak mubin ini tergolong orang kurang mampu, jadi kalau dalam perbaikan rumahnya harus membayar tukang maupun pekerja lainnya tidak mampu. Buat beli material bahan bangunan saja berat rasanya. Namun dengan kepedulian kita sebagai warga dukuh untuk bersama-sama melaksanakan gotong-royong perbaikan rumah tersebut, beban yang harus dihadapi bapak mobin supaya terasa ringan. Dan masyarakat desa dukuh dengan iklas dan tulus selalu guyub rukun dalam setiap kegiatan gotong royong kemasyarakatan dan ini harus tetap dilestarikan.

Hal ini dibenarkan Ketua Rt 15/03 Bapak Rokib bahwa warga desa dukuh ini masih menjaga dan melestarikan budaya gotong-royong, kalau ada kegiatan desa masyarakat dengan mudah untuk bersama-sama bekerja. Begitu juga dengan tetangga selalu guyub rukun saling membantu, masyarakat disini sangat mudah untuk diminta bantuan tenaga, mereka tidak pernah perhitungan dalam hal memantu tetangga. Inilah yang membuat masyarakat desa dukuh bisa hidup rukun dan harmonis sesama tetangga. (R13)

Tidak ada komentar: