Rabu, 11 Juli 2018

Bangun Kepedulian Masyarakat Sertu Supono Dampingi Pemberian Vaksin Depteri Di Desa Binaan


Parang. Rabu(11/7/2018) Pada umumnya difteri banyak dialami oleh anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa secara otomatis bebas difteri. Sebagaimana pada anak, vaksinasi difteri juga perlu diberikan untuk orang dewasa guna mencegah penyebaran penyakit difteri.

Itulah sebabnya sertu Supono sebagai babinsa Desa Krajan Koramil 0804/04 Parang mendampingi bidan desa  menumbuhkan kesadaran para orang tua untuk mencegah difteri dan memberikan pengertian kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

Imunisasi kali ini dilaksanakan diposyandu Flamboyan 2 Desa Krajan Kec. Parang dengan sasaran anak anak Balita yang berusia 0-5 tahun. Sertu Supono yang turut mendampingi imunisasi tersebut mengatakan bahwa ini sudah menjadi tugas dan kewajiban babinsa untuk turut membantu kegiatan yang ada diwilayah, kapanpun dibutuhkan bantuannya kami selalu siap. “ucapnya”

Sementara itu Bidan Desa Krajan Hery Pujiati, Amd, Keb. Menjelaskan masuknya bakteri penyakit difteri ke dalam tubuh berlangsung selama dua hari hingga lima hari. Dengan gejala awal seperti demam, nafsu makan menurun, lesu, nyeri di tenggorkan ketika menelan, kelenjar dari hidung berwarna kuning kehijauan dan bisa disertai darah. "Namun, difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher, Lama kelamaan, bakteri ini menyebabkan tertutupnya saluran napas, kerusakan otot jantung,  kerusakan saraf, kehilangan kemampuan bergerak atau lumpuh dan Infeksi pary atau gagal napas." jelasnya.

Imunisasi DPT itu sendiri diberikan sebanyak lima kali pada anak sejak ia berusia 2 bulan hingga 6 tahun, tiga pemberian pertama dilakukan ketika anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan, pemberian imunisasi DPT yang ke-4 bisa dilakukan di antara usia 18-24 bulan dan pemberian vaksin yang terakhir ketika anak berusia 5 tahun. Setelah itu, dianjurkan untuk memberikan imunisasi ulang Tetanus Difteri atau booster TD pada anak tiap 10 tahun. 

Untuk itu, bila belum terlambat disarankan untuk segera melakukan imunisasi. Namun jika sudah tertular penyakit difteri, maka harus segera ditangani medis pada rumah sakit terdekat.  (R 04)

Tidak ada komentar: