Senin, 30 Juli 2018

Cegah KLB Dipteri, Koramil 0804/13 Bendo Ikut Sukseskan Pelaksanakan Vaksin Difteri Di Desa Setren

                                                                                                                                   
BENDO, Dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di wilayah Kecamatan Bendo, maka Puskesmas Bendo didampingi Anggota Koramil 0804/13 Bendo melaksanakan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI)  Difteri pada anak yang akan dilaksanakan 3 kali (3 putaran). Untuk putaran pertama sudah dilaksanakan pada bulan Pebruari dan maret kemarin, Sedangkan bulan ini dilaksanakan tahap 2 sesuai jadwal hari ini ada di Desa Setren dan Desa Tegalarum Kecamatan Bendo. (Senin, 30/07/18)

Kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri untuk Desa Setren dan Desa Tegalarum  hari ini sasarannya pada SD/MI. Adapun jumlah sasaran untuk Desa Setren meliputi MI sebanyak 113 anak, SDN Setren 1 sebanyak 72 anak, SDN Setren 2 sebanyak 75 anak dan SDN Setren 3 sebanyak 80 anak. Jadi sasaran untuk hari ini di wilayah Desa Setren  sebanyak 340 anak. Untuk Desa Tegalarum meliputi MI sebanyak 119 anak dan SDN Tegalarum 1 sebanyak 57 anak. Jadi sasaran untuk Desa Tegalarum sebanyak 176 anak. Jumlah keseluruhan sasaran hari ini diwilayah Kecamatan Bendo sebanyak 516 anak.

Pelda Sukarno sebagai Babinsa Babinsa Setren dan 3 orang anggota Koramil 0804/13 Bendo ikut memantau sekaligus ikut membantu dalam kegiatan ini agar pelaksanaan dapat berjalan tertib, lancar dan aman. Sekaligus sebagai sarana para Babinsa masing-masing desa untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga lebih dikenal masyarakat banyak. Dengan demikian harapannya masyarakat tidak lagi takut atau malu untuk memberikan informasi atau menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat kepada Babinsa.

"Difteri merupakan penyakit pada selaput lendir pada hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi tidak diobati, toksin yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan lumpuh dan gagal jantung jika dibiarkan, itulah pentingnya diberikan Imunisasi sekarang ini" tutur Pelda Sukarno kepada ibu-ibu yang lagi mengantri mengantar putra-putrinya yang akan di Imunisasi/ Vaksin.

Akira R, Amd. Keb. Selaku Bidan Desa Setren menyarankan bagi para orangtua, apabila lupa atau masih kurang dalam memberikan imunisasi DPT kepada putra putrinya, maka diharapkan untuk segera mendatangi puskesmas untuk melengkapi. Beliau menambahkan pula jika dalam suatu daerah sudah berstatus kawasan KLB (Kejadian Luar Biasa) salah satunya kasus difteri ini sudah bisa disebut KLB maka semua anak yang berumur 1 sampai 19 tahun harus ditambah tiga kali imunisasi difteri lagi, dengan interval 0-1-6 bulan yaitu yang sudah dilaksanakan bulan februari dan maret kemarin putaran pertama, Sekarang ini sedang dilaksanakan putaran kedua dan rencana putaran ketiga dilaksanakan bulan November 2018.

Warga Masyarakat yang ikut mendampingi anak-anaknya di TK maupun SD/MI merasa senang, pasalnya anak-anaknya yang semula menangis mendengar mau di suntik, Dengan kehadiran bapak-bapak tentara ditengah-tengah pelaksanaan imunisasi membuat anak-anak menjadi terdiam mungkin merasa takut kalau menangis ada pak tentara disebelahnya. Dengan tidak menangis dan meronta-rota disaat akan disuntik akan memudahkan petugas puskesmas untuk memberikan vaksin kepada anak-anak sehingga pelaksanaan imunisasi dapat berjalan lancar. (R13)

Tidak ada komentar: