Sabtu, 15 September 2018

Selamatkan Anak-Anak Kita Dari Pengaruh Budaya Asing


Magetan - Pengajian rutin Muslimat NU Ranting Kecamatan Plaosan dilaksanakan setiap bulan sekali, pada bulan ini bersamaan dengan peringatan tahun baru 1440  Hijriyah.

Dihadapan -+2000 Jamaah Muslimat NU, Danramil 02 Plaosan Kapten Inf Waluyo Utomo mewakili sambutan dari Forpimca Kecamatan Plaosan menjelaskan bahwa Negara kita ini diprediksi mulai tahun 2020 nanti akan memiliki bonus Demografi dimana usia produktif jumlahnya lebih banyak  dibandingkan dengan usia tua yg sudah tidak produktif lagi ( 65 tahun keatas ) dan usia anak anak yang belum mampu bekerja ( dibawah umur 15 tahun ) bahkan kususnya jawa timur bonus demografi akan mendahului yaitu dimulai pada tahun 2019 ( paparan Pakde Karwo di Grand Sity Surabaya )

Pada waktu itu nanti 70 % penduduk Indonesia adalah usia produktif. Kita lihat apa yg terjadi sekarang ini anak² kita yang masih sekolah di SD, SLTP,  SLTA mereka lebih sibuk dengan HP nya dari pada belajar, sore hari mereka lebih senang nongkrong di warnet dari pada olah raga dari pada ngaji di masjid dari pada bantu kerja orang tua dll.

Anak anak kita lebih senang meniru gaya hidup orang orang barat, lebih senang mengembangkan budaya asing dari pada 1000 lebih budaya kita sendiri, semua yang berbau asing mereka anggap lebih baik.

Semua itu terjadi karena sudah direncanakan oleh bangsa asing maupun aseng dengan programnya yang ingin menguasai Indonesia, didukung dengan lemahnya sistem yang berlaku di Negara kita. Contoh Pada acara ILC beberapa bulan yang lalu disebutkan bahwa pengguna internet di Negara kita  mencapai 130 juta orang ( misalkan pengguna face book adl 50 jt orang )

Hitung hitungan financial misalkan pengguna face book per orang perhari 1000 rupiah saja maka hasil dari face book  di Indonesia mencapai 50 miliar per hari. Uang orang Indonesia dikeruk 50 M per hari (sebulan 1,5 T) sementara aklaq anak anak kita dirusak,  otaknya dicuci,  warganya dibuat malas "inilah yang dinamakan PROXY WAR yaitu warga kita dirusak tetapi kita tidak sadar, tidak merasa kalau diperbodoh"

Kerusakan anak anak kita sudah semakin nyata dan terjadi di setiap hari, pada hal mereka itulah pelaku bonus demografi yang akan datang, kalau seperti ini tidak segera kita benahi maka mereka itu bukan lagi bonus tapi justru akan menjadi ancaman di Negeri ini,  dimana banyak tenaga produktif tapi tidak nemiliki kemampuan apa apa mereka akan menjadi pengangguran, menjadi gelandangan yang akan menjadi beban pemerintah. Apalagi Negara kita ini sekarang sudah diserbu tenaga kerja asing, ini semakin menambah gejolak sosial.

Sebagai penutup dalam pemberian materi,  Danramil memberikan semboyan untuk generasi muda kita Apa yang dipikirkan itulah yang akan diucapkan, Apa yang diucapkan itulah yang akan dilakukan, Kelakuan atau perbuatan akan menjadi suatu kebiasaan, Kebiasaan itulah yang disebut karakter, Sedangkan karakter adalah masa depan mereka.

Jadi kesimpulanya masa depan anak anak kita tergantung dari apa yang dia pikirkan,  kalau sekarang yang dipikirkan nongkrong di warnet, main game on line itulah gambaran masa depan mereka bisa dibayangkan kalau mulai SD sudah suka nongkrong di warnet,  MAU JADI APA NEGERI INI 15 SD 20 TH YANG AKAN DATANG.

Tidak ada komentar: