Kamis, 25 Oktober 2018

Puluhan Petani Di Desa Jomblang Kec. Takeran Menggelar Penyemprotan Massal


Magetan - Puluhan petani di Desa Jomblang, Kec.Takeran, Kab. Magetan, menggelar penyemprotan massal untuk membasmi hama walang sangit yang menyerang pertanian sejak 10 hari terakhir. Penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya serangan yang sudah menyentuh 60 hektare tanaman padi petani Desa Jomblang.  Kamis/24/10/2018.

Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) BPP Takeran ibu Tatik di dampingi Danramil Takeran yang diwakili Bati Wanwil Serma Hartono dan Babinsa  Sertu Didik D, menjelaskan penyemprotan massal digelar  di  dusun Sumbermulyo  Desa Jomblang.

“Ini langkah antisipasi setelah muncul indikasi padi menguning karena hama walang sangit. Total lahan empat dusun yang diserang walang sangit mencapai 60 hektare, tapi baru 15 hektare yang sudah disemprot,” kata Tatik.

Menurut Tatik, pemberantasan walang sangit dilakukan menggunakan jamur patogen beauveria bassiana. Jamur tersebut dapat mengakibatkan penyakit pada serangga sehingga menjadi alternatif yang efektif untuk mengendalikan hama.  “Padi yang diserang rata-rata berusia 70 hari, tapi populasi walang sangit mulai terlihat saat padi masih berusia 60 hari," terangnya.

Dia menjelaskan, serangan walang sangit cukup merata di wilayah Takeran khususnya Desa Jomblang. Tingginya populasi walang sangit, menurut dia, karena fase mrekatak (bunga padi) tidak merata akibat waktu tanam tidak serempak, selain juga pengaruh musim.

Pemerintah daerah, lanjut dia, siap memberi stimulan jika terjadi serangan hama. Mulai bantuan alpostran untuk mengendalikan serangan tikus maupun beauveria bassiana untuk membasmi serangan walang sangit. “Kita beri bantuan obat gratis, kita standby kapan dibutuhkan selalu siap melayani petani. Stok masih aman sekitar 1.500 bungkus,” paparnya.(R.11)

Tidak ada komentar: