Senin, 15 Oktober 2018

Sertu Shidiq Babinsa Koramil 0804/09 Sukomoro Ikut Sukseskan Program Bebas Pasung Di Wilayah Binaan


Magetan - Babinsa Desa Bandar Kec. Sukomoro  Sertu Sidiq ikut berperan serta dalam Program  bebas pasung  di wilayah binaannya, bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang belum dinyatakan bebas pasung.

Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kecamatan Sukomoro berupaya  memaksimalkan penanganan ODGJ yang langsung di tangani pihak Puskesmas di bantu aparat Pemerintahan Desa dan Babinsa untuk mendata ODGJ  yang dipasung oleh keluarganya.

"Kami yakin data itu belum maksimal, karena ada beberapa keluarga yang mungkin malu dengan kondisi ini dan akhirnya tidak melaporkan ODGJ yang dipasung," ujar ,  Ibu dr. Siswiyantini Wikanti dalam upaya  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Puskesmas Sukomoro Kabupaten Magetan, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, puskesmas ini nantinya yang akan turun ke masyarakat dan mencari ODGJ yang dipasung, tapi datanya belum masuk. Mereka akan melaporkan setiap perkembangan ODGJ ini termasuk kondisinya.

Program bebas pasung ini memang sulit dilakukan,pentingnya melibatkan Babinsa  dan perangkat Desa dalam penanganan Bebas Pasung di wilayah. Babinsa  mempunyai fungsi dan  mendata Geografi, Demografi dan Kondisi sosial di masyarakat wilayah binaan.B abinsa  yang sehari hari tugas melekat di wilayah binaanya   terkadang terkendala karena ketidak jujuran keluarga pasien dalam penanganan ODGJ cenderung tertutup.

Hal hal tersebut adalah suatu tantangan bagi Sertu Sidiq Babinsa Ds. Bandar dari Koramil 0804/09 Sukomoro. Pendekatan terhadap keluarga penderita ODGJ di laksanakan Serda Sidiq dengan  pemberian pengertian  dan pendekatan menghasilkan keterbukaan dan dengan sadar terbuka akan pentingnya pasien ODGJ Bebas Pasung  Sertu Sidiq babinsa Ds. Bandar di sela sela kegiatan selalu dekat dengan masyarakat senyum dan tutur sapa santun dalam upaya  pememberian pencerahan pentingnya program bebas pasung. Tindakan penyembuhan pasien ODGJ haruslah di perlakukan yang  manusiawi biar mengurangi beban mental bagi ODGJ.

Memang ada beberapa alasan yang membuat, mereka enggan membebaskan keluarganya yang termasuk ODGJ dari pasung. Yang mendasar adalah ketika mereka khawatir,  penyakit tidak waras ini akan kambuh paska dibebaskan dari pasung. "Mereka khawatir ODGJ ini bisa mengamuk, merusak atau bahkan membunuh setelah dibebaskan dari pasung. Mayoritas mereka beralasan tentang keamanan dan keselamatan bersama," jelasnya.

Padahal, kondisi ODGJ yang dipasung oleh keluarganya ini semakin tertekan dan tertindas. Seharusnya, ODGJ ini dibantu dan disembuhkan melalui sejumlah  menyebut, pihaknya juga memiliki program pendampingan ODGJ ini hingga tuntas. Artinya pendampingan akan dilakukan secara berkala, hingga ODGJ  asalkan mereka mau membantu proses penyembuhan ODGJ ini, pemerintah akan siap membantu sepenuhnya.

Berhasil atau tidaknya penyembuhan ODGJ  ini tergantung dari lingkungan. Sebab, sepulang mereka terapi dan perawatan di rumah sakit, lingkungan mulai keluarga tetangga sekitar yang peduli itulah bisa  yang membantu penyembuhan ODGJ ini. ( By. R.09)

Tidak ada komentar: