Jumat, 21 Desember 2018

Kasdim 0804/Magetan Ikuti Upacara Gabungan Peringatan Hari Ibu Ke - 90, Hari Bela Negara Ke - 70, Dan Hari Nusantara Di Kabupaten Magetan Tahun 2018.


Magetan, Bertempat di Halaman Kantor Pemkab Magetan d.a Jl Basuki Rahmat Timur no.01 Kab.Magetan,telah dilaksanakan kegiatan Upacara Gabungan Peringatan Hari Ibu Ke - 90, Hari Bela Negara Ke - 70 dan Hari Nusantara di Kabupaten Magetan th 2018, dalam kegiatan ini pimpin oleh Sekretaris Daerah Kab Magetan Drs.H. Bambang Trianto, MM, yang diikuti sekitar 300 orang. Bupati Magetan Prof Dr Suparwoto Yang Diwakili Sekda Bambang Triyanto menjadi inspektur dalam upacara peringatan hari ibu ke-90 di Lapangan Halaman Pemda Magetan, Jumat (22/12). Dalam apel kali ini, para pemimpin pasukan didominasi oleh perempuan. Komandan upacara yang memimpin semua pasukan juga perempuan.


Adapun tema yang di ususng dalam kegiatan ini addalah Hari Nusantara tema " Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh melalui Deklarasi Juanda ".  Hari Bela Negara Ke - 70. Tema " Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat ".  Hari Ibu Ke - 90. " Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki2 dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa ".

Adapun Susunan Pasukan sbb :  1 SST Korsik Pemkab Magetan. 1 SST Kodim 0804/Magetan. SST Secata Rindam V/BRW. 1 SST Polwan Polres Magetan. 1 SST Satpol PP Kab Magetan. 1 SST Dishub Kab Magetan.  1 SST PNS Lanud IWJ. 1 SST Gabungan Organisasi Wanita (PKK,Dharma Wanita Persatuan,Persit Kartika Candra Kirana). 1 SST Bela Negara.  1 SSK Karyawati Lingkup Sekda Kab.Magetan.

Hadir dalam acara Upacara Gabungan Peringatan Hari Ibu Ke - 90, Hari Bela Negara Ke - 70, Dan Hari Nusantara Di Kabupaten Magetan Tahun 2018.  Sekretaris Daerah Kab Magetan Drs.H. Bambang Trianto, MM beserta Ibu. Ketua DPRD Kab Magetan diwakili oleh Wakil Ketua I DPRD Kab Magetan Bpk Ali Basri,SE beserta Ibu. Komandan Kodim 0804/Magetan  diwakili oleh Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Muji Wahono beserta Ibu. Komandan Secata Rindam V/BRW diwakili oleh Kapten Inf Eko Sudarmono beserta Ibu. Kapolres Magetan AKBP diwakili oleh Kapolsek Kota AKP Iin Pelangi, SH, beserta Bapak. Jajaran Asisten I,II,III dan Staf Ahli Kab Magetan beserta Ibu. Jajaran Organisasi Wanita Kab Magetan.
Petugas yang membaca Undang-undang Dasar 1945 dan sejarah singkat hari ibu diambil dari pegawai negeri sipil (PNS) perempuan. Pasukan pengibar bendera seluruhnya perempuan. Dalam barisan upacara, PNS perempuan berada di barisan depan dan dipimpin oleh perempuan.
Usai Upacara, Bambang menghampiri komandan yang sejak awal upacara berdiri di tengah lapangan. Bambang menyalaminya kepada petugas pelengkap upacara karena upacara berjalan tertib dan khitmat.
Setelah itu, Sekda bapak Bambang menghampiri dan bersalaman dengan peserta upacara yang didominasi oleh perempuan. Anies terus berkeliling menyalami kelompok-kelompok yang ikut upacara seperti pasukan pengibar bendera dan Satpol PP wanita.
Dalam sambutannya, Bambang mengatakan ada perbedaan dalam peringatan hari ibu di Indonesia dengan negara lain. “Di Indonesia, kita memperingati bukan sekedar memperingati hari Ibu biologis tapi kita memperingati kebangkitan kaum perempuan untuk perjuangan Indonesia,” ujar Bambang yang dikutip dari Media Center Kodim 0804 Magetan.
Sambutan upacara Hari Ibu ke - 90 th 2018 dibacakan irup sekda Bambabang Trianto, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunianya, pada tahun 2018 ini kita dapat memperingati kembali Hari lbu yang ke - 90,hari lbu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia.
Hakekat Peringatan Hari lbu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuarn yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHl ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional bukan hari libur PH juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.
PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan,dilain sisi juga memberikankeyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki2.
Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Adapun PHI ke - 90 Tahun 2018 ini dengan tema Bersama meningkatkan peran perempuan dan lakilaki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa.
Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia Tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional.
Peringatan Hari lbu ke - 90 Tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki2 dalam setiap aspek kehidupan.

Amanat pada upacara Hari Bela Negara ke - 70  th.  2018  sejak dulu telah memiliki konteks yang sangat luas.
- Bela negara tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.
- Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air sesungguhnya sedang melakukan bela negara.
- Merekalah yang telah membuat republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya.
- Hal ini sekali lagi juga menegaskan bahwa bela negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara,bukan hanya pemerintah apalagi sekedar nomenklatur program instansi atau satuan kerja tertentu saja.
- Bela negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat. Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing2.
- Untuk mewadai hal tersebut, September lalu telah diterbitkan Inpres nomor 7 tahun 2018 tentang Rencana aksi nasional bela negara tahun 2018-2019. Inpres ini menggenapi perwujudan amanat bela negara dalam UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan peraturan perundang2 an tentang pertahanan negara.
- Inpres ini mewujudkan bela negara sebagai hak azazi manusia bangsa Indonesia sesuai pasal 68 UU nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia (HAM) yang mengamanatkan agar segenap Bangsa Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam bela negara.
- Di dalamnya tercermin keluasan konteks Bela negara yang semakin relevan dengan ragam tantangan dan kecepatan perubahan dunia di segala bidang.

Sambutan Hari Nusantara th. 2018  Peringatan Hari Nusantara tahun 2018, tidak terlepas dari perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara Kepulauan, yang pertama kali tercetus melalui Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957.
- Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi rezim negara kepulauan. Atas dasar ini Indonesia memandang laut sebagai jati diri bangsa serta laut sekaligus merupakan pemersatu dan perekat bangsa.
- Potensi ini tersebar dari Sabang sampai Merauke, sehingga bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus menjadi ancaman bagi kedaulatan negara, apabila tidak dikelola secara baik dan benar.
- Pengelolaan potensi sumber daya kelautan masih perlu ditingkatkan secara terus menerus, seperti meningkatkan kontribusi sektor kelautan terhadap pendapatan negara.
- Tantangan yang juga perlu mendapat perhatian adalah pencemaran laut, sebagai salah satu masalah lingkungan yang dihadapi saat ini dan sering kali disebabkan oleh aktivitas atau kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
- Kesungguhan pemerintah dalam memperhatikan sektor kelautan dan maritim tidak perlu diragukan lagi, bila selama ini kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, dan memunggungi selat dan teluk, kini saatnya bagi kita mengembalikan semuanya sehingga semboyan Jalesveva Jayamahe, di laut kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali.
- Dukungan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pembangunan kelautan ditegaskannya sangat berperan penting sebagai pembuat kebijakan dan penggerak roda pembangunan terutama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.

“Yang kita peringati bukan pribadi, bukan individu semata, yang kita peringati adalah bangkitnya kesadaran tentang kesetaraan kesempatan bagi kaum perempuan dan efeknya dahsyat,” tambah dia.
Bambang senang karena peringatan hari ibu di Indonesia bukan hanya ditujukan kepada individu para ibu saja. Melainkan memperingati lahirnya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki di Indonesia. Dalam upacara itu, Bambang juga membacakan pidato dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. (TSr/0804)

Tidak ada komentar: