Jumat, 07 Desember 2018

Prajurit Kodim Magetan Latihan Menembak Senapan dan Pistol Triwulan IV 2018

Magetan, Sebanyak 365 anggota Kodim 0804/Magetan mengikuti latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) di Lapangan Tembak Rindam V/Brawijaya Jl Gubernur Suryo No 1 Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.

Di tempat latihan pendidikan secata rindam V/braawijaya, para prajurit Kodim 0804/Magetan berlatih kembali menggunakan dua senjata api berbeda yaitu pistol jenis FN buatan Pindad dan senapan laras panjang SS1-V3.


Personel yang berlatih dengan senjata laras panjang, menggunakan amunisi tajam kaliber 5,56 mm. Sedangkan untuk amunisi pistol, menggunakan munisi tajam kaliber 9 mm Pindad.

Komandan latihan Kapten Inf Arif Wibowo yang sehari-hari menjabat sebagai Danramil 0804-07/Karangrejo mengatakan, para prajurit dilatih kembali menembak menggunakan senjata laras panjang dalam tiga sikap yaitu tiarap, duduk dan berdiri.

Sedangkan untuk penggunaan senjata pistol, diasah kemampuannya membidik menggunakan satu tangan dan dua tangan.

“Untuk senapan laras panjang, prajurit diasah kemampuan menembaknya dari jarak  100 meter, sedangkan untuk pistol FN dari jarak 15 meter. Setiap senjata diisi dengan amunisi sebanya 20 butir peluru tajam,” kata Kapten In Arif Wibowo, Jumat (7/11/2018) .

Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Muji Wahono yang turut hadir dalam latihan tersebut mengatakan, kegiatan latihan menembak ini merupakan agenda rutin di TNI AD setiap tri wulan.

Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme kemampuan prajurit dalam menembak baik senjata api jenis pistol maupun laras panjang.

“Latbakjatri wajib diikuti oleh seluruh prajurit Kodim 0804/Magetan termasuk yang bertugas di Koramil. Karena keterbatasan alat dan tempat, maka kegiatan latihan menembak dilaksanakan dua hari berturut-turut agar seluruh anggota bisa mengikuti latihan secara bergiliran,” kata Pasiops Dim 0804 Kapten Arh Agus Haryono di lokasi latihan.

Menurut Pasiops Kodim 0804/Magetan Kapten Arh Agus Haryono, setiap prajurit berkewajiban memelihara kemampuannya dalam hal menembak menggunakan senjata api.

Jika tidak, kata dia, dikhawatirkan membuat kemampuan menembak prajurit tersebut akan turun karena kaku yang bisa berakibat fatal. (tsr MDC0804)

Tidak ada komentar: