Selasa, 22 Januari 2019

Babinsa Desa Mangge Laksanakan Fogging Bersama Dinas Kesehatan


Sebagai bentuk antisipasi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Koramil 0804/08 Barat Kodim 0804 Magetan bersama Warga Kelurahan Mangge  mengadakan kegiatan fogging.

Warga di lingkungan tersebut, khususnya mereka yang tinggal di Kelurahan Mangge sangat antusias menyambut kegiatan ini, bahkan mereka juga turut membantu pelaksanaan kegiatan fogging. Warga sangat terbantu atas kegiatan yang diadakan para anggota Babinsa, sebab dengan demikian dapat mencegah jatuhnya korban akibat DBD.

Babinsa Kelurahan Mangge, turut mengajak masyarakat agar peduli terhadap lingkungan karena Wilayah Ngemplak merupakan salah satu zona merah penyebaran penyakit DBD, sehingga kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengantisipasinya.

Menurutnya, kegiatan fogging ini merupakan salah satu cara untuk mematikan dan memotong siklus penyebaran nyamuk aides aegepty. “Namun, kami juga minta agar minta agar warga peduli lingkungan. Salah satu caranya dengan menjaga kebersihan sekitar,” jelasnya.

Selain dengan langkah 3M, tindakan untuk antisipasi penyebaran DBD dapat dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Saat ini Dinas Kesehatan Sleman telah melakukan sosialisasi bersih-bersih lingkungan, pemberian abate kepada masyarakat hingga fogging. Peran para jumantik (juru pemantau jentik) di setiap wilayah masing – masing.

penyemprotan dilaksanakan di rumah" warga yang bertujuan memberantas nyamuk dan jentik" yg ada di pemukiman rt 04/1 kel.mangge. Adapun pelaksanaan kegiatan di laksanakan oleh bidan kelurahan dan  staf serta di bantu oleh Babinsa kelurahan mangge dan masyarakat sekitar.

Dari hasil penyemprotan Fogging itu akan nantinya bisa untuk meningkatkan kesehatan bagi lingkungan khususnya Kelurahan Mangge Pelaksaan pengasapan atau fogging sebaiknya tidak dilakukan per kasus, seperti yang kerap dilakukan saat ini. Fogging juga sebaiknya dilakukan dalam jarak 100 meter di sekeliling tempat tinggal penderita DBD. Hal ini dikarenakan, 100 meter adalah jarak optimal bagi nyamuk DBD untuk berpindah tempat. Rumah dalam radius 100 meter berpeluang besar terkena virus DBD. Radius 100 meter adalah ketentuan bila hanya terdapat satu korban. Jika korban lebih dari 3 maka radius bertambah lebih dari 100 meter.
Penyemprotan harus memperhatikan dosis yang tercatat dalam standar operasional. Bila insektisida terlalu sedikit, maka penyemprotan tidak memberikan hasil maksimal dan hanya meninggalkan bau minyak tanah yang mengganggu kenyamanan.Dosis yang tidak tepat juga dikhawatirkan membuat nyamuk resisten insektisida. Arah angin seringkali luput dari perhatian. Padahal angin yang akan menyebarkan semprotan insektisida ke seluruh wilayah, dalam radius tertentu. Angin juga yang membawa nyamuk terbang berpindah menghindari pestisida. Fogging menyebabkan droplet insektisida dan mematikan bagi nyamuk dewasa yang kontak langsung. Saat dikeluarkan dari mesin penyemprot, kabut insektisida akan langsung menyebar sesuai arah angin. Oleh karena itu, sebaiknya penyemprotan dilakukan sesuai arah angin. Penyemprotan yang melawan arah angin akan mengenai tubuh penyemprot bukan nyamuk yang menjadi sasaran. Akibatnya insektisida akan menjadi toksik bagi penyemprot.

Dalam kesempatan tersebut Sertu sumadi menyampaikan kepada masyarakat kelurahan Mangge mengingat  sekarang ini di rt 04 ini sudah ada yang terkena DB (Demam Berdarah ) maka saya mohon kepada masyarakat yang ada disini supaya menjaga kebersihan terutama genangan air yang ada di samping rumah atau pekarangan dan di kamar mandi supaya sering dibersihkan karena jentik nyamuk itu berkembang biak di genangan air yang tidak mengalir maka dari itu saya mohon kesadaran warga masyarakat kelurahan mangge supaya selalu menjaga kebersihan dirumah masing"

ketua RT 04 Bpk.Asnan menyampaikan terimakasih kepada Babinsa Mangge yang mana dalam kegiatan penyemprotan Fogging bisa berjalan dengan lancar dan untuk kedepannya kami akan selalu koordinasi dalam setiap kegiatan  

Warga dapat berperan serta dengan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang tidak diperlukan. Sebab, barang-barang yang tidak terpakai ini berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. “Saya sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini,” tegasnya.
 (Tsr/0804)

Tidak ada komentar: