Minggu, 24 Maret 2019

Babinsa Dan Warga Masyarakat Desa Tegalarum Ngaji Bareng

Magetan, Warga Desa Tegalarum Kecamatan Bendo sangat antusias sekali dalam hal kerukunan keagamaan, ini terlihat pada saat acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 H yang diadakan malam ini, Masyarakatnya bergotong-royong dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelacaran pelaksanaan acara pengajian umum. Acara pengajian umum yang bertempat di Masjid Al-Muttaqin Dusun Warutunggal Rt 19 Rw 03 dengan mendatangkan Mubaliq KH. Munirul Huda dari sawahan madiun. (Sabtu, 23/03/19)


Setelah melaksanakan sholat isya, masyarakat Desa Tegalarum terlihat berduyun-duyun untuk mendatangi tempat diselenggarakan acara pengajian umum ini, mulai dari anak-anak hingga orang tua ikut hadir untuk menyaksikan pengajian umum dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mereka datang dan duduk dengan rapi sambil sesekali bercengkrama dengan jamaah yang lain untuk mengisi waktu sambil menunggu acara puncak yaitu mendengerkan tausiah dari Mubaliq.

Sebelum acara dimulai Babinsa Desa Tegalarum Serda Giyoto menyempatkan diri untuk bersilahturohmi dan ngobrol bareng bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir. diharapkan dengan terjalinnya komunikasi yang baik maka akan terbentuk ikatan kerjasama yang baik, guna menunjang tugas-tugas sebagai aparat kewilayahan.

"Disamping itu, ini merupakan suatu kebanggaan bisa hadir di setiap kegiatan yang ada di wilayah binaannya, Salah satunya acara malam ini yaitu menghadiri pengajian umum. Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk membangun komunikasi dan silahturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat maupun para warga binaan yang hadir sehingga harapannya akan terwujud Kemanunggalan TNI-Rakyat". Tutur Serda Giyoto.

Kepala Desa dan Ketua Panitia Penyelenggara mengucapkan banyak terima kasih kepada Babinsa dan warga masyarakat yang sudah hadir pada acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Serta mengajak seluruh undangan yang hadir untuk sama-sama mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh penceramah nanti sebagai evaluasi dan perbaikan diri kita masing-masing.

KH. Munirul Huda sebagai penceramah menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat dan damai. Islam mengajarkan untuk bersatu seperti kita diminta untuk meluruskan dan merapatkan shaf 5 kali sehari. Karena kelurusan dan kerapatan shaf dalam shalat itu bisa menghindarkan kita dari perpecahan antar muslim. Islam agama yang sangat toleransi. Dalam Al Qur’an disebutkan prinsip hubungan dengan agama lain yaitu “Lakum diinukum waliyadiin”, artinya “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Silahkan laksanakan ajaran agama lain, dan biarkan kami umat Islam menjalankan ajaran agama kami. Sedangkan dalam hubungan antar muslim, Prinsip yang dipakai adalah “Lana a’maluna walakum a’malukum”, artinya “bagi kami amal kami dan bagimu amalmu”.

Setiap amalan akan kembali kepada diri masing-masing. Lantas mengapa kita selalu mencari bahkan menghina amalan saudara sesama muslim yang berbeda dengan apa yang kita amalkan, sementara kita tidak menanggung dosa mereka dan mereka pun tidak juga menanggung dosa kita. Melainkan setiap orang akan memikul hasil amalnya masing-masing. Mengapa kita tidak sibuk memperbaiki dan melaksanakan amalan kita sendiri sesuai dengan keyakinan kita. Marilah mulai saat ini kita jalankan ajaran agama Islam, Mentaati perintah Allah dan menjauhi larangannya, menjalankan sunnah Rasulullah, memahami dan mentaati Al Qur’an, bersatu dan menghindarkan dari berpecah belah dan tetap jaga Persatuan dan Kesatuan. (tsr/R13)

Tidak ada komentar: