Minggu, 24 Maret 2019

Babinsa Genengan Serda Sugianto Menghadiri Peringatan Isro' Mi'roj 1440 H Yang Bertempat Di Masjid Jami Al Quddus Desa Genengan Kecamatan Kawedanan

Magetan,  Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat maka Babinsa Genengan Serda Sugianto menghadiri peringatan Isro' Mi'raj 1440 H Nabi Muhammad SAW yang di selenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Genengan yang bertempat di Masjid Jami Al Quddus Desa Genengan Kecamatan Kawedanan, Sabtu (23/3/2019).


Dalam peringatan Isro’ Mi'roj tersebut menghadirkan Ustadz KH Syamsuddin (Pimpinan dan pengasuh Ponpes Darut Taqwa) Kabupaten Ponorogo.
Ustadz KH Syamsuddin dalam Tausyiahnya mengatakan , Isro' menurut arti bahasa berarti perjalanan di malam hari. Akan tetapi secara syari’iyah isro’ adalah perjalanan malam hari yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dari Masjidil Haram (di Mekkah) menuju ke Baitul Maqdis (di palestina) yang penuh mengandung rahasia dan keajaiban.

Mi’raj menurut arti bahasa yaitu jenjang naik. Akan tetapi yang dimaksud ialah naiknya Rasulullah SAW dari Masjidil Aqso di Baitul Maqdis dengan menempuh angkasa luar sehingga akhirnya sampai ke suatu tempat yang paling tinggi bernama Sidratul Muntaha, Tempat yang tidak mungkin di capai oleh manusia dengan kemajuan teknologi yang bagaimana pun canggihnya kecuali oleh Nabi Muhammad SAW. Di tempat itulah Rasulullah SAW menerima langsung dari Allah SWT tentang sholat lima waktu yang harus dikerjakan olehnya dan seluruh umatnya.

Pada bulan yang penuh berkah nanti kita perlu lebih banyak melakukan Muhasabatun Nafsi atau instrosfeksi diri. Terutama yang berhubungan dengan peningkatan kualitas sholat kita khususnya dan kualitas ibadah secara keseluruhan. Karena sudah seharusnya kita selaku kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kualitas diri dan amaliyah serta ibadah kepada Allah SWT.

Celakalah orang yang amal hari ini lebih buruk dari hari kemarin, rugilah orang yang amal hari ini sama dengan amal hari kemarin, maka beruntunglah orang yang jika amal hari ini lebih baik dari kemarin. Karena amal ibadah sholat menjadi tolak ukur dari identitas seseorang muslim, maka segala upaya untuk mendapatkan sholat yang khusyuk , ikhlas dan makbul termasuk rangkaian ibadahnya Sedangkan sholat khusyuk , Ikhlas dan makbul itu tidak akan pernah terwujud jika tidak ditunjang dengan ilmu. Oleh sebab itu Islam mewajibkan semua muslimin muslimat untuk menuntut ilmu.

Jangan pernah meninggalkan sholat, gunakan umurmu untuk beribadah karena sekali meninggalkan sholat sama dengan menulis nama kita sendiri di neraka. Maka jangan sampai sisa umur kita terbuang sia-sia. Kita masih diberi kesempatan untuk beribadah yang lebih baik dengan ikhlas dan sabar. Apalagi sholat tahajud/ sepertiga malam itu pahalanya sangat besar, ada yang lebih besar lagi pahala yang dapat menambah umur kita panjang yaitu berbakti kepada orang tua.

Setiap ada permasalahan datanglah kepada Allah SWT jangan datang kepada dukun. Datanglah kepada kyai/ustad untuk diarahkan tata cara utk berserah diri kepada Allah SWT. Didiklah anak kita dengan agama karena pendidikn jaman sekarang sangat-sangat rusak. Jarang anak jaman sekarang yang pandai membaca al qur’an. Bagaimana kalau kita sebagai orang tua meninggal apakah anak kita bisa mendoakan orang tuanya. Mudah-mudahan kita diberikan anak yang berbakti kepada orang tua anak yang Sholeh dan Sholekah berguna bagi Bangsa dan Negara. Itulah Tausyiah Ustadz KH Syamsuddin. (R10)

Tidak ada komentar: