Jumat, 29 Maret 2019

Ini Kisah Chotman Saat Memimpin Program TMMD ke-104 di Magetan



MAGETAN. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 yang digelar di Dusun Wonosari, Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur sudah berakhir dan resmi ditutup oleh Danlanud Iswahyudi Marsma TNI Widyargo Ikoputro. Rabu,(27/3/2019) lalu. Acara penutupan digelar dilapangan olah raga.

Satu bulan lamanya mulai hari Selasa, (26/02/2019) hingga  Rabu, (27/3/2019) ternyata banyak cerita di balik program TMMD ke-104 ini. Adalah Chotman Jumei Arisandy dia adalah Komandan Satgas TMMD 104 kodim 0804/Magetan berpangkat Letkol Czi. Banyak kendala yang dihadapi saat memimpin program TMMD ke-104 di wilayah hukumnya.

“Kendala yang dihadapi adalah hujan. Karena pekerjaan TMMD hampir seluruhnya di luar maka secara tidak langsung kendala yang paling berat adalah hujan,” kata Chotman usai acara penutupan TMMD ke-104, Rabu, (27/3/2019) lalu.

“Sebab kalau bekerja membuat jalan saat  pengaspalan, pembangunan poskamling, dan  rumah warga jika hujan tiba kami akan berhenti dalam mengerjakannya,” terang Chotman.

Lanjut Chotman, karena musim hujan yang tidak bisa diprediksi, akhirnya dalam melakukan pengerjaan terutamanya jalan desa pihaknya menyiasati pagi hari dilakukan pengerjaan jalan, siang hari usai istirahat melakukan pembenahan saluran air dan pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan saat hujan. “Strategi tersebut kami lakukan karena harus mengejar target sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” ucap Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy Dandim 0804 Magetan.

Meski demikian, Chotman mengaku sangat senang, sebab waktu satu bulan dengan kendala hujan mampu menyelesaikan program TMMD ke-104 sesuai dengan target yang sudah ditentukan. ”Keberhasilan program TMMD ke-104 berkat kerja sama TNI dan masyarakat sekitar serta pihak-pihak terkait yang tergabung dalam program TMMD,” tuturnya.

Program TMMD ke-104 mengerjakan pengecoran dan pengaspalan jalan desa sepanjang 2,1 Km, 6 Rumah Tak Layak Huni (RTLH), saluran air PDAM, dua  poskamling, dua mushola, serta kegiatan non fisik lainnya seperti memberi wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, dan masih banyak lainnya. “Program TMMD ke-104 kita libatkan kurang lebih ada 150 anggota yang meliputi TNI AD, TNI AU, Polri, belum termasuk dari intansi Pemerintah, ormas dan masyarakat,” kata Chotman lagi.

Dalam kesempatan tersebut Chotman menjelaskan bahwa TMMD adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah.

“Ini dilakukan secara  terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan. Yang jelas daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana,” Pungkasnya.

Tidak ada komentar: