Rabu, 20 Maret 2019

Menjelang Pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 Bakesbangpol Kabupaten Magetan Gelar Sosialisasi Kepada Masyarakat

Maospati. Menjelang dilaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 berbagai elemen pemerintah seperti dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik  mengadakan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pesta demokrasi tersebut, Untuk itu pada hari Rabu 20 Maret 2019 pukul 09.00 sampai dengan selesai bertempat di Gedung pertemuan Desa Sugihwaras Kecamatan Maospati telah dilaksanakan agenda kegiatan sosialisasi Pilpres dan Pileg tahun 2019 oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Magetan.


Dalam acara sosialisasi Pilpres dan Pileg 2019 di wilayah Kecamatan Maospati tersebut dihadiri oleh  Kepala Bakesbangpol Magetan Bapak Eko Muryanto S.ip Msi, Kepala Kejaksaan Negeri Magetan Bapak Atang Pujianto SH MH, Camat Maospati diwakili oleh KasibTrantib Bapak Zainal Arifin, Kapolsek Maospati diwakili Iptu Suyono, Komandan Koramil 0804/06 Maospati diwakili oleh Bati Tuud Pelda Matsugan, seluruh Kepala Desa dan Kepala Kelurahan se Kecamatan Maospati dan elemen masyarakat sekitar 200 orang.

Kepala Bakesbangpol dalam sambutanya mengatakan bahwa pada prinsipnya sosialisasi ini dilakukan oleh segenap elemen pemerintah dan penyelenggara pemilu dari tingkat pusat sampai Panitia Pemungutan Suara. Kesuksesan pemilu tidak hanya mutlak oleh KPU namun semua elemen pemeritah maupun masyarakat juga berperan dalam hal suksesnya pemilu. Masyarakat calon pemilih pun, katanya, diminta untuk tidak hanya memilih presiden dan wakilnya pada 17 April 2019 di TPS, tetapi menggunakan hak suaranya untuk memilih calon legislatif dan partainya. "Jangan hanya pilih capres-cawapres, tapi tidak memilih legislatifnya. Itu tidak bijak, Karena pemilu ini akan menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan," kata Bapak Eko Murdianto.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan juga secara terfokus kepada sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan lebih banyak sosialisasi. Mulai dari kalangan pemilih pemula, perempuan, sampai penyandang disabilitas. Berbagai hasil evaluasi pemilu sebelumnya, akan menjadi perhatian penuh KPU dalam memperbaiki kinerjanya. Termasuk penyelenggaraan pemungutan suara di rumah sakit atau bagi perantau, sosialisasi pemilu ini dibantu oleh pembentukan Relawan Demokrasi untuk Pemilu 2019 di seluruh Indonesia. KPU di daerah pun tengah menyeleksi relawan untuk menyosialisasikan pengetahuan soal pemilihan umum pada 17 April 2019 di tingkat kabupaten atau kota. Sebagaimana telah terlampir dalam Surat KPU RI Nomor: 32/PP.08-SD/06/KPU/I/2019, tanggal 9 Januari 2019, perihal Pembentukan Relawan Demokrasi Pemilu serentak tahun 2019, menjelaskan pembentukkan Relawan Demokrasi tersebut untuk melakukan sosialisasi pemilu dan pendidikan politik kepada para calon pemilih.

Pada sesi akhir sosialisasi disampaikan harapan harapan dari Bakesbangpol bahwa dengan setelah dilaksanakanya sosialisasi ini tidak haya dapat meningkatkan kwalitas proses pemilu, akan tetapi meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap demokrasi, dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokrasi. Selama kegiatan sosialisasi berlangsung dengan terti aman dan lancar. [R06]

Tidak ada komentar: