Jumat, 15 Maret 2019

Sasaran Non Fisik, Satgas TMMD Ke-104 Ingin Tingkatkan Kualitas Keluarga Warga Desa Poncol

Magetan, Satgas TMMD Ke-104 Kodim 0804/Magetan, malam ini kembali memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Poncol di Kantor Desa Poncol, Kec. Poncol, Kab. Magetan, Kamis (14/3/19).

Penyuluhan tentang KB (Keluarga Berencana), menghadirkan narasumber dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Kab. Magetan Erfan Yoga.


Dalam penyuluhannya, ia menyampaikan, bahwa KB merupakan suatu program pemerintah Indonesia sejak tahun 1970 yang bertujuan untuk membatasi jumlah kelahiran guna menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera serta tujuan umumnya adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera sesuai dengan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS).

“Tujuan khusus dari program tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan suatu keluarga melalui penjarangan jumlah kelahiran bayi dengan jalan menggalakkan pemakaian alat kontrasepsi”

Lebih lanjut ia mengungkapkan, ada 9 manfaat ber KB antara lain, menurunkan resiko terjangkitnya kanker rahim dan kanker servik, menurunkan angka kematian maternal serta peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia), menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, mencegah penularan penyakit berbahaya, menjamin tumbuh kembang bayi dan anak, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak lebih terjamin dan dapat menentukan kualitas sebuah keluarga.

"Untuk kendala dalam pelaksanaan program KB dilapangan adalah masih sempitnya pemahaman masyarakat tentang progarm KB, baik dari masyarakat itu sendiri, para tokoh agama maupun tokoh masyarakat," terangnya.

Menurutnya, pemasangan alat kontrasepsi masih dianggap sesuatu yang tabu, karena pelaksanaannya harus dengan membuka aurat, masih adanya persepsi keagamaan bahwa kematian ibu dan anak pada saat proses kelahiran adalah mati sahid, serta anggapan bahwa banyak anak akan membawa banyak rezeki bagi sebuah keluarga.

Melalui kegiatan penyuluhan itu, ia berharap, stigma yang beredar luas di lingkungan masyarakat tersebut di atas dapat dipatahkan, demi mambangun keluarga, membangun desa, membangun daerah, serta membangun bangsa menjadi lebih sejahtera dan merata dalam segala aspek pembangunan. (Tsr)

Tidak ada komentar: