Rabu, 17 Juli 2019

Danramil 0804/02 beri pemahaman ancaman terhadap Jati diri bangsa kepada siswa dalam MPLS SMAN 1 Plaosan


Magetan-Plaosan, Dalam kegiatan Masa pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yaitu mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, menumbuhkan motivasi dan semangat belajar efektif bagi siswa baru, mengembangkan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah lainya dan menumbuhkan perilaku positif dalam diri siswa.
Seperti yang dilaksanakan pada Rabu (17/7) bertempat di SMAN 1 Plaosan Danramil 0804/02
Plaosan Kapten Inf Waluyo Utomo memberikan materi wawasan kebangsaan pada siswa baru yang dengan adanya kegiatan MPLS Danramil tanamkan Kepada Siswa baru tersebut mengenai ancaman terhadap jati diri Bangsa yang sebagai tema yang diambil  dalam rangkaian kegiatan MPLS tersebut
Diawali dengan Menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya yang di pimpin salah satu Siswi yang selanjutnya diisi acara pokok yaitu materi Wasbang Kapten Inf Waluyo Utomo mengatakan" kita semua sebagai anak bangsa secara bersama-sama harus tetap menjaga nilai-nilai Pancasila yang semakin terlupakan dan terkikis oleh adanya nilai-nilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Tanpa disadari bangsa kita seolah terus bergerak semakin menjauh dari Pancasila sebagai jati diri bangsa yang bercirikan semangat gotong royong.
"Untuk menambah pemahaman tentang empat pilar kebangsaan dan bernegara, maka TNI Selalu dalam kegiatan Wasbangnya mensosialisasikan empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada masyarakat Indonesia, yang manakala difungsikan sebagai pendidikan kebangsaan termasuk pula pendidikan karakter kebangsaan," ujarnya.
Dia katakan berikutnya, dengan lebih memahami identitas negaranya sehingga memiliki rasa cinta tanah air dan menjunjung nilai-nilai persatuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar ini harus menjadi prioritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu dia juga mengatakan, kebebasan berpendapat memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. "Tentu saja, hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya Danramil disiang itu saat MPLS di SMAN 1 Plaosan. (udin)

Tidak ada komentar: