Rabu, 17 Juli 2019

Memahami ancaman Bangsa Asing terhadap Generasi Muda topik yang di ambil Danramil Dalam MPLS SMAN 3 Magetan


Magetan, Salah satu tujuan diadakannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah bertujuan untuk memgenalkan lingkungan yang berada di sekolah SMA Negeri 3 Magetan, dan sebagai sarana beradaptasi para siswa baru terhadap lingkungan yang baru dan bersosialisasi dengan teman – teman baru serta ajang wahana kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya memajukan SMA Negeri 3 Magetan yang salah satunya tentang materi Wasbang  atau Wawasan kebangsaan yang merupakan sudut pandang suatu bangsa dalam memahami keberadaan jati diri dan lingkungannya, hal tersebut merupakan penjabaran dari falsafah bangsa sesuai dengan keadaan wilayah suatu negara dan bangsa.

Dalam kegiatannya MPLS SMAN 3 Magetan Rabu (17/7) Danramil 0804/02 Plaosan mengambil tema Memahami Ancaman Bangsa Asing terhadap Generasi muda Danramil menyampaikan" Kalian mulai dari sejak usia remaja harus bisa membiasakan rasa Disiplin tertanam dalam jiwa kalian dengan membiasakan patuh dan taat kepada aturan yang berlaku maka kalian ini sudah menanamkan Disiplin pada diri Kalian" Tegas Danramil
Danramil juga menyampaikan tentang Ancaman Negara Asing Bagi generasi Muda " Ingat usia kalian ini ada dalam rentang waktu pencarian jadi diri, jadi di masa - masa usia kalian ini rentan terhadap pengaruh negatif yang akhirnya dapat mempengaruhi kepribadian kalian, kenapa salah satu sasaran serangan bangsa asing adalah generasi muda, karena negara kita ini mulai tahun 2020 nanti memiliki Bonus Demografi yaitu suatu kondisi dimana jumlah penduduk yang usia produktifnya lebih banyak dari pada usia tua (yg sudah tidak produktif) kalau anak anak mudanya berhasil dirusak maka pada saatnya nanti tenaganya dibutuhkan, mereka lemah karena sudah dirusak oleh miras, narkoba, sex bebas, gaya hidup malas dll. Kondisi pemuda seperti itu bukan menjadi bonus demografi tetapi justru menjadi ancaman bagi negara kita karena banyak anak anak muda sebagai pengangguran dan sudah kecanduan miras, narkoba dll
Sasaran seranganya termasuk Idiologi  yaitu Pancasila. Esensi dari Pancasila adalah nilai nilai Religius, Persaudaraan, Keselarasan, Kerakyatan dan Keadilan.
Semua agama yang syah di negeri ini sepakat  mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa sesuai sila pertama dalam Pancasila namun hari ini ada tiga kelompok idiologi yang berkembang di negara kita yaitu:
Kelompok pertama orang-orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada dan meyakini bahwa Tuhan mengatur semua urusan baik dunia maupun akirat.
Kelompok kedua adalah orang-orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada tetapi mereka berpendapat bahwa Tuhan itu mengatur urusan akirat saja, sementara masalah dunia urusan manusia.
Kelompok yang ketiga orang-orang yang tidak percaya adanya Tuhan ( kelompok atheis penyebar ajaranya Karlmark dan Lenin ) kelompok ini pendukung idioligi komunis.
Bangsa asing berusaha merusak idiologi kita, Negara kita ini berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa semua penduduknya apapun agamanya percaya adanya Tuhan, kepercayaan inilah yg pelan pelan dirusak dengan alasan kebebasan tujuan supanya bangsa kita tidak lagi berbudaya, tidak beraklaq, tidak beradap dll sehingga hidup sebebas bebasnya mau narkoba, mau miras, mau LGBT tidak perlu dilarang karena merupakan hak asasinya.
Hari ini program program kerusakan tersebut dinikmati oleh bangsa kita terutama anak anak mudanya. Untuk membentuk karakter, mendidik aklaq, belajar etika salah satu upayanya adalah melalui kegiatan pembinaan karakter seperti ini.
Diakir materi Danramil mengingatkan tentang keanekaragaman budaya, suku dan begitu banyaknya pulau di negara kita merupakan anugrah dari Allah SWT yang harus kita jaga.
Negara kita ada +-1.300 budaya, suku ada +- 700 dan menempati +-17.000 pulau, ini adalah kekayaan yang luar biasa  harus kita jaga, kita lestarikan.
Anak-anak muda jangan lebih suka budaya asing dari pada budayanya sendiri" Pungkasnya Danramil. (udin)

Tidak ada komentar: