Jumat, 11 Oktober 2019

Cangkruan 3 Pilar Sebagai Ajang Silaturahmi Bersama Masyarakat


Magetan - Anggota Koramil 0804/01 Magetan Cangkrukan Kamtibnas 3 Pilar bersama Masyarakat wilayah Kecamatan Magetan di Warung mbah Dharmi Jln. Manggis Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.Kamis ( 10/10/2019 ) malam

Cangkrukan tersebut dihadiri oleh Camat Magetan H. Parminto Budi Utomo, S.Sos,Danramil 0804/01 Magetan di wakili Peltu Ari Himawan,Kapolsek Magetan AKP Iin Pelangi,Kakel dan Kades Se Kec. Magetan,Perwakilan anggota  Koramil 01/Magetan,Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda dan Tokoh pencak silat.

Peltu Ari menerangkan. Budaya nyangkruk adalah sebuah bukti kuatnya sistem interaksi yang berkembang di masyarakat. Di dalamnya terdapat transaksi ekonomi, diskusi, dan silaturahmi. Oleh karena itu keberhasilan pembangunan ekonomi seharusnya juga bisa masuk melalui jalur tradisi tersebut. Dengan kata lain, tradisi cangkruk dapat menjadi solusi untuk mencapai target penerapan sistem ekonomi syariah melalui pengembangan usaha dan keilmuan.

 Berbicara masalah budaya jika diamati dengan seksama, budaya mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Namun, perubahan budaya memanglah gejala umum dikarenakan perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang menginginkan adanya perubahan. Budaya sendiri merupakan nilai-nilai yang ada pada masyarakat, ataupun kegiatan yang secara terus menerus dilakukan oleh banyak orang. Budaya sendiri dapat bersifat abstrak. Baru-baru ini muncul lagi budaya baru yang sedang menjadi wabah di tengah-tengah masyarakat. Budaya Cangkrukan alias warungan. Memang, cangkrukan tidak hanya bisa dilakukan di kedai kopi tapi yang banyak melanda masyarakat kita adalah budaya cangkrukan di warung kopi.

Bahasa yang sudah merakyat di daerah Jawa Timur, biasanya berkumpul dengan teman-teman , membicarakan hal-hal asik , dan menghilangkan kepenatan.pungkas Peltu Ari ( R 01 )

Tidak ada komentar: