Jumat, 15 Mei 2020

Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Disambut Antusias Warga Terdampak Covid-19 Di Desa Botok



Magetan - Sebuah konsekwensi logis dari pembatasan interaksi sosial  pasca covid -19 salah satunya adalah timbulnya permasalahan ekonomi masyrakat.Banyaknya kebijakkan pemerintah pusat sampai daerah yang mempersempit kesempatan masyarakat dalam bekerja dan mencari nafkah memang lebih menjadi prioritas demi mengurangi  dan memutus penyebaran penularan wabah virus yang mematikan ini.Akumulasi dari kebijakkan ini sendiri adalah timbulnya masalah perekonomian yang berujung pada tindak kriminalitas jika tidak dengan segera diambil tindakkan nyata untuk membantu meringankan beban masyrakat melalui pengguliran Bantuan Sosial Tunai ( BST ).

Demikianlah sambutan bapak Sungkono Kades Botok dalam kegiatan penyaluran Bantuan Sosial Tunai ( BST ) dibalai desa Botok  Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.Tampak hadir dalam kegiatan ini juga petugas dari kantor pos bapak Gatot dan saudari Asih,Serda Sumarlin sebagai Babinsa serta Bripka Purwanto Babinkamtibmas desa Botok selain Bapak Kades beserta perangkat dan seluruh warga penerima BST.

Bantuan yang diberikan kepada warga bersifat langsung tanpa melalui ATM atau sejenisnya untuk mempercepat distribusi dan menghindari mal praktek penyaluran BST itu sendiri.Setiap warga yang sudah didata sebagai penerima BST wajib hadir ke balai desa untuk menerima BST tersebut secara langsung dan tunai yang akan dilayani sekaligus disaksikan oleh petugas dari kantor pos.Setiap warga menerima BST sebesar Rp. 600.000, - dengan jumlah penerima keseluruhan sebanyak 52 warga.Semoga dengan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang semestinya bisa digunakan sebaik mungkin oleh warga penerima imbuh bapak Sungkono.

Kegiatan ini berjalan dengan tertib lancar dan aman karena kesadaran para warga sendiri,mereka yang merasa mampu dalam hal ekonomi pada saat kami monitoring kegiatan pendataan malah mengatakan tolong BST ini diberikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan bantuan ini.Dan mereka yang merasa pantas menerima juga tidak serta merta memaksakan untuk didata untuk menjadi penerima BST ini melainkan loyal dan mengikuti kriteria warga penerima bantuan ini.Semoga bantuan dari pemerintah ini sedikit bisa meringankan beban ekonomi warga penerima BST untuk mencegah timbulnya tindakan nekat dalam hal ini tindak kriminal dengan motif ekonomi ujar Serda Sumarlin Babinsa desa Botok menutup wawancara singkat kami. ( R. 07 )

Tidak ada komentar: